Serba-serbi Pura Mangkunegaran, Lokasi Tasyakuran Pernikahan Kaesang-Erina

ADVERTISEMENT

Serba-serbi Pura Mangkunegaran, Lokasi Tasyakuran Pernikahan Kaesang-Erina

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 14:12 WIB
Pura Mangkunegaran di Solo
Pura Mangkunegaran | Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Pura Mangkunegaran merupakan salah satu lokasi yang dijadikan sebagai tempat rangkaian pernikahan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Kaesang Pangarep dengan Erina S Gundono. Pura Mangkunegaran Solo ini akan dijadikan sebagai tempat acara tasyakuran Kaesang dan Erina.

Seperti diberitakan sebelumnya, rangkaian acara pernikahan Kaesang dan Erina diselenggarakan mulai tanggal 8-11 Desember 2022. Adapun untuk acara jamuan tamu saat tasyakuran akan digelar di Pura Mangkunegaran Solo pada Minggu, 11 Desember 2022.

Berikut ini serba-serbi Pura Mangkunegaran Solo yang akan menjadi saksi bisu pernikahan Kaesang dan Erina pada 11 Desember 2022 mendatang.

Lokasi dan Profil Pura Mangkunegaran Solo

Lokasi Pura Mangkunegaran beralamat di Jalan Ronggowarsito No.83, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng). Pura Mangkunegaran adalah istana tempat Raja Mangkunegaran yang dibangun sejak 1757. Selain sebagai penjaga budaya, tempat ini juga tak jarang dijadikan sebagai lokasi berbagai kegiatan atau acara lainnya.

Melansir situs resminya, , dalam kawasan Pura Mangkunegaran terdapat berbagai macam bagian, seperti pamedan, pendopo, pringgitan, ndalem, dan keputren. Berikut ini rincian bagian-bagian di Pura Mangkunegaran:

  • Pamedan
    Pamedan adalah lapangan hijau yang biasanya digunakan sebagai tempat latihan prajurit pasukan Mangkunegaran. Lokasi pamedan ini berada setelah melewati gapura hijau saat masuk ke Pura Mangkunegaran.
  • Pendopo Ageng
    Pendopo Ageng terletak di pintu gerbang kedua menuju halaman yang berbentuk joglo berukuran 3.500 meter persegi. Pendopo ini disebut mampu menampung 5-10 ribu orang.
  • Pringgitan
    Pringgitan merupakan bangunan berbentuk kuthuk ngambang yang berada tepat di belakang Pendopo Ageng. Bangunan ini biasanya digunakan untuk pertunjukan wayang kulit dan untuk menerima tamu agung atau pejabat.
  • Ndalem Ageng
    Ndalem Ageng merupakan bangunan berbentuk limasan dengan luas sekitar 1000 meter persegi. Saat ini Ndalem Ageng berfungsi sebagai museum yang memamerkan berbagai hal yang erat dengan Pura Mangkunegaran.
  • Keputren
    Bangunan Keputren merupakan tempat kediaman keluarga Mangkunegaran yang di dalamnya terdapat taman dan patung-patung klasik bergaya Eropa, dan kolam air mancur.
  • Pracimoyasa
    Pracimoyasa merupakan sebuah ruang keluarga berbentuk segi delapan yang digunakan untuk rapat yang menghadap taman terbuka.
Suasana di dalam Pura Mangkunegaran SoloSuasana di dalam Pura Mangkunegaran Solo | Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Sejarah Singkat Pura Mangkunegaran di Solo

Sejarah Pura Mangkunegaran berdiri pada tanggal 17 Maret 1757 silam. Hal ini berdasarkan penandatanganan Perjanjian Salatiga antara Sunan Pakubuwana III dengan Raden Mas Said di Salatiga yang disaksikan oleh perwakilan Sultan Hamengkubuwana I dan VOC. Berdasarkan perjanjian itu, Mangkunegara I memerintah di wilayah Kedaung, Matesih, Honggobayan, Sembuyan, Gunung Kidul, Pajang sebelah utara dan Kedu.

Pendiri Mangkunegaran adalah Raden Mas Said yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I, lengkapnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara Senopati Ing Ayudha Sudibyaningprang. Sebagai penguasa Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara berkedudukan di Pura Mangkunegaran.

Mangkunegaran adalah Kadipaten yang posisinya di bawah Kasunanan dan Kasultanan. Pada 1757-1946, Kadipaten Mangkunegaran merupakan kerajaan otonom yang memiliki wilayah yang sangat luas dan berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan.

Pada September 1946, setelah sekian abad menjadi kerajaan otonom, Mangkunegara VIII menyatakan bergabung dalam NKRI. Namun pada 1945-1946, lahir revolusi sosial di Surakarta yang mengakibatkan Mangkunegaran kehilangan kedaulatannya. Meski begitu, Mangkunegara dan Pura Mangkunegaran masih tetap menjalankan fungsinya sebagai penjaga budaya.

Hingga kini, Pura Mangkunagara aktif menjalankan perannya. Selain sebagai penjaga budaya, tempat ini juga biasa dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan atau acara lainnya. Termasuk tempat tasyakuran pernikahan Kaesang dan Erina pada Minggu, 11 Desember 2022.

Aturan Larangan di Pura Mangkunegaran Solo

Menjadi tempat tasyakuran pernikahan Kaesang dan Erina, di Pura Mangkunegaran ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh tamu undangan. Salah satunya dilarang mengenakan batik motif parang atau lereng.

"Untuk masuk Puro Mangkunegaran nggak boleh pakai batik motif parang atau lereng," kata juru bicara pernikahan Kaesang dan Erina, Gibran Rakabuming Raka, ditemui di Balai kota Solo, dilansir detikJateng, Senin (5/12/2022).

Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan, aturan tersebut langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegoro X. Menurutnya, hal tersebut memang sudah lama diatur dalam adat Mangkunegaran. Sebagai informasi, batik motif parang hanya boleh dikenakan oleh keluarga keraton.

"Aturan dari Kanjeng Gusti (Mangkunegoro X) yang menyarankan. Aturan dari Puro," ungkapnya.

Kakak sulung Kaesang itu menjelaskan aturan tidak boleh mengenakan batik motif parang itu sudah tertulis di undangan yang disebar. Gibran juga berharap para tamu sudah mengetahui adanya aturan adat tersebut.

Terkait tasyakuran pernikahan Kaesang dan Erina di Pura Mangkunegaran Solo, Gibran mengatakan ada pembagian waktu dan sesi agar tidak terjadi penumpukan. Menurutnya, untuk sesi malam untuk undangan VIP.

(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT