2 Rekan Ismail Bolong Juga Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal

ADVERTISEMENT

2 Rekan Ismail Bolong Juga Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 11:09 WIB
Jakarta -

Polri menetapkan dua rekan Ismail Bolong sebagai tersangka kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Keduanya berinisial BP dan RP.

"Adapun TKP di terminal khusus PT MTE (PT Makaramma Timur Energi) yang terletak di Kaltim dan lokasi penambangan dan penyimpanan batu bara hasil penambangan ilegal yang juga termasuk dalam PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara) PT SB (Santan Batubara)," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022).

BP berperan sebagai penambang batu bara, dan RP sebagai direktur PT Energindo Mitra Pratama (PT EMP), yang tidak memiliki izin usaha. Sementara itu, Ismail Bolong berperan mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal dan Komisaris PT EMP.

"Selanjutnya IB berperan mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal pada lingkungan PKP2B perusahaan lain dan menjabat Komisaris PT EMP, yang tidak memiliki izin usaha penambangan untuk melakukan kegiatan penambangan," ujarnya.

Sebelumnya, Ismail Bolong ditetapkan sebagai tersangka kasus penambangan ilegal. Dia ditahan setelah memenuhi panggilan polisi pada pukul 11.30 WIB, Selasa (6/12).

Untuk diketahui, Ismail Bolong sudah dua kali mangkir dari panggilan hingga polisi mewanti-wanti bakal melakukan jemput paksa. Pada Rabu (7/12) siang, pengacara Ismail Bolong, Johanes Tobing, menyampaikan kabar terbaru mengenai status kliennya yang sudah menjadi tersangka dan ditahan polisi.

"Perlu kita sampaikan, IB sudah resmi jadi tersangka, dan secara ini juga kami menyampaikan Pak IB sudah resmi ditahan," kata Johanes kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Rabu (7/12).

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT