Soal Bomber Polsek Astana Anyar, PKB Minta BNPT Serius Deteksi Terorisme

ADVERTISEMENT

Laporan dari Riyadh

Soal Bomber Polsek Astana Anyar, PKB Minta BNPT Serius Deteksi Terorisme

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 10:49 WIB
Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, konferensi pers terkait RUU TPKS, di ruang Fraksi PKB, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/12/2021).
Foto: Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Cucun menegaskan pihaknya bakal mengevaluasi BNPT terkait deteksi dini aksi terorisme usai kejadian serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

"Ini merupakan suatu pelajaran besar, di tengah merasa sudah selesai semua, dan kita juga ya terus terang kan mengevaluasi BNPT nanti. Seperti apa deteksi yang dikatakan bahwa 'radikalisme sudah selesai'. Ini kita mempertanyakan, kok bisa masih ada sisa-sisa seperti ini," kata Cucun di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (8/12/2022).

Dia meminta BNPT serius dalam mendeteksi dini kelompok teroris dan paham terorisme di Tanah Air. "Dan apapun juga alasannya, ya BNPT harus betul-betul sekarang menyiapkan diri, dan mendeteksi secara dini gerakan-gerakan yang masih tersisa ini," imbuhnya.

Dia mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar. Dia berharap teror serupa tak terjadi lagi.

"Kami sendiri dari Fraksi PKB jelas, tindakan apapun tidak ada toleransi, kami mengutuk keras yang namanya tindakan membuat resah, membuat orang (takut) melalui teror ini. Jangan sampai muncul kembali, menjamur kembali di negara kita," ucap Cucun.

Cucun menilai kehadiran semua pihak terkait menjalankan fungsinya dengan maksimal. Terlebih, sebentar lagi momen libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

"Kami dari Fraksi PKB Komisi III meminta kepada jajaran institusi yang diberikan tugas oleh negara untuk menjaga kamtibmas yaitu Polri, kemudian untuk deteksi dini secara intelijen baik di Badan Intelijen yang sudah dibentuk melalui BIN, atau badan intelijen yang ada di Polri," tutur dia.

"Dan juga yang ada di tentara, semua sinergi mengantisipasi semua gerak langkah orang yang baik secara perorangan maupun atas dasar misal dia menjalankan doktrin dari komunitasnya itu betul betul harus terantisipasi, apalagi menjelang Nataru ini," sambung Cucun.

Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar, Rabu (7/12). Pelaku telah teridentifikasi, yakni Agus Sujatno. Dia merupakan mantan napi terorisme.

Peristiwa ini menewaskan pelaku. Selain itu, ada seorang polisi yang menjadi korban meninggal dan 10 orang lainnya terluka.

Simak Video 'Komisi III DPR Sebut BNPT Kecolongan dengan Bom Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT