Ferdy Sambo Jadi Saksi Sidang Hendra Kurniawan dkk Hari Ini

ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Jadi Saksi Sidang Hendra Kurniawan dkk Hari Ini

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 09:21 WIB
Jakarta -

Sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan kasus pembunuhan terhadap Brigadir N Yosua Hutabarat dengan terdakwa mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan dan mantan Kaden A Ropaminal Kombes Agus Nur Patria kembali digelar. Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo akan menjadi saksi hari ini.

Pantauan detikcom Kamis (8/12/2022), Ferdy Sambo nampak tiba lebih dulu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel. Sambo nampak mengenakan kemeja hitam rompi merah dan tangan diborgol.

Ferdy Sambo terlihat dikawal ketat oleh anggota Brimob bersenjata lengkap. Sambo digiring menuju ke ruang tahanan sementara.

Tak berselang lama, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria juga nampak tiba di lokasi dengan pengawalan ketat. Pengacara Hendra, Ragahdo Yosodiningrat menyebut Sambo akan bersaksi untuk Hendra dan Agus.

Selain Sambo, mantan Wakaden B Biro Paminal Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin dan juga ahli dari laboratorium forensik Adi Setya juga akan dihadirkan menjadi saksi.

"Rencana infonya untuk sidang pagi ini Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Ferdy Sambo, Arif Rahman, ahli labfor Adi Setya," kata Ragahdo kepada wartawan.

Hendra dan Agus Nurpatria Didakwa Rusak CCTV

Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama dan Hendra Kurniawan didakwa merusak CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan Agus dan Hendra bersama dengan empat orang lainnya.

"Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apapun yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan/atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya," ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (19/10).

Empat terdakwa lain yang dimaksud adalah Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto, AKBP Arif Rachman Arifin. Mereka didakwa dengan berkas terpisah.

Agus dan Hendra didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(whn/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT