Sakit saat Sidang Pleidoi, Terdakwa Terorisme Anung Al Hamat Dibawa ke RS

ADVERTISEMENT

Sakit saat Sidang Pleidoi, Terdakwa Terorisme Anung Al Hamat Dibawa ke RS

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 23:56 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) (Mulia Budi/detikcom)
Foto: Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus terorisme Anung Al Hamat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati saat sedang menjalani sidang pembacaan pleidoi. Saat sidang berlangsung, Anung sempat izin ke toilet karena sakit.

"Malam ini, saat pembacaan pledoi masih berlangsung ustad Anung izin ke majelis untuk ke toilet karena mengeluh sakit perut," kata tim pengacara terdakwa, Juju Purwantoro, dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Diketahui hari ini tiga terdakwa kasus terorisme yaitu Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah dan Anung Al Hamat menjalani sidang pembacaan pleidoi. Pleidoi tersebut pertama dibacakan oleh Farid Okbah, kedua Ahmad Zain, dan ketiga Anung Al Hamat.

Kemudian dilanjutkan pembacaan pledoi oleh Tim Kuasa Hukum sekitar pukul 21.00 WIB. Saat sidang pembacaan pleidoi masih berlangsung, terdakwa Anung sakit sehingga tak bisa melanjutkan persidangan.

Akhirnya jaksa membawa terdakwa ke RS Polri untuk dirawat. Juju mengatakan Anung harus dirawat karena mengalami luka pada lambung.

"Belum sempat kembali ke ruang sidang, beliau masih sakit dengan muntah-muntah. Kemudian tim kuasa mohon kepada majelis hakim untuk hentikan sidang. Kemudian sekira jam 21.00 ust. Anung langsung dibawa ke RS Polri Keramat Jati, untuk pengobatan lebih lanjut. Oleh tim Densus 88, dan didampingi istri dan Kuasa hukum," sambungnya.

Sidang kemudian ditunda hingga Senin depan.

Sebelumnya, Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al Hamat dituntut tiga tahun penjara. Jaksa menyakini keduanya melakukan tindak pidana terorisme.
Persidangan keduanya digelar terpisah. Persidangan pertama dilakukan terhadap terdakwa Farid Ahmad Okbah, kemudian Ahmad Zain dan terakhir Anung Al Hamat.

"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, satu menyatakan terdakwa Ahmad Zain Annajah telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana dalam dakwaan kedua," ujar jaksa saat membacakan tuntutan Ahmad Zain di PN Jaktim, Senin (28/11/2022).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Zain An Najah dengan pidana penjara selama 3 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah supaya tetap ditahan," lanjut jaksa.

(yld/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT