Kementerian PUPR Serah Terima BMN, Wujudkan Amanah Tata Kelola APBN

ADVERTISEMENT

Kementerian PUPR Serah Terima BMN, Wujudkan Amanah Tata Kelola APBN

Danica Adhitiawarman - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 22:28 WIB
Kementerian PUPR
Foto: Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serah terima Barang Milik Negara (BMN) Kementerian PUPR Tahap II kepada Pemerintah Daerah (Pemda), yayasan, dan Perguruan Tinggi, serta alih status penggunaan BMN kepada Kementerian/Lembaga (K/L). Hal ini bagian dari amanah tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pengelolaan BMN yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan negara yang memiliki peradaban yang tinggi dan tata kelola yang baik, selain membangun aset untuk publik, juga akan dipelihara dan dimanfaatkan untuk publik.

"Jika teman-teman PUPR terus membangun kesadaran barang-barang milik negara, harus dijaga bersama, harus dimanfaatkan secara maksimal. Sebetulnya Kementerian PUPR tidak hanya membangun infrastruktur fisik tapi yang paling penting adalah membangun peradaban," ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022).

Menteri keuangan mengapresiasi Kementerian PUPR yang terus aktif melakukan serah terima BMN karena merupakan bentuk akuntabilitas publik yang sangat penting.

"Karena aset-aset negara ini berasal dari uang yang kita peroleh dari pajak, bea dan cukai, penerimaan bukan pajak, atau surat berharga lainnya, sehingga diharapkan masyarakat memahami bagaimana pengelolaan uang negara itu dilakukan dan melihat hasil nyatanya," ucapnya.

Kegiatan ini merupakan upaya sinergi Kemenkeu sebagai Pengelola Barang dan Kementerian PUPR sebagai Pengguna Barang untuk mengoptimalkan penyerahan infrastruktur yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR yang didanai oleh APBN.

Dengan demikian, BMN dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat. Melalui mekanisme hibah, diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, acara serah terima BMN Tahap I telah diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2022 dengan total BMN yang sudah diserahkan senilai Rp 222,58 triliun. BMN ini terdiri dari BMN yang telah dihibahkan sebesar Rp 221,58 triliun dan BMN yang dialihstatuskan penggunaannya sebesar Rp 1 triliun.

"Pada serah terima BMN Tahap II hari ini, nilai BMN Kementerian PUPR yang diserahterimakan sebesar Rp 19,09 triliun terdiri dari BMN yang dihibahkan sebesar Rp 17,63 triliun dan BMN yang dialihstatuskan penggunaannya sebesar Rp 1,46 triliun," jelas Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah.

BMN yang diserahterimakan adalah infrastruktur yang sudah selesai dibangun oleh Kementerian PUPR yang terdiri dari infrastruktur bidang Sumber Daya Air berupa bangunan pelengkap air bersih, air baku lainnya, dan tanah aliran sungai yang terdiri dari 7 NUP senilai Rp 161,7 miliar (1%). Kemudian, infrastruktur bidang Bina Marga berupa jalan nasional kolektor, arteri, jembatan gantung, serta peralatan dan mesin yang terdiri dari 55 NUP senilai Rp 1,8 triliun (10%).

Selanjutnya, bidang Cipta Karya berupa jaringan air minum, pembangunan TPA, rehabilitasi bangunan sekolah dan pasar, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan peningkatan kualitas permukiman kumuh yang terdiri dari 3.203 NUP senilai Rp 14,6 triliun (75%). Terakhir, bidang perumahan berupa rumah susun, rumah khusus, PSU Jalan, dan meubelair yang terdiri dari 566 NUP senilai Rp 2,4 triliun (14%).

Selain itu, BMN Kementerian PUPR kali ini diserahkan kepada 3 kementerian/lembaga senilai Rp 1,46 triliun (8%), 26 pemerintah provinsi senilai Rp 3 triliun (16%), 391 pemerintah kabupaten/kota/desa senilai Rp 14,1 triliun (74%), 5 perguruan tinggi senilai Rp 149,6 miliar (1%), dan 156 yayasan senilai Rp 350,9 miliar (2%).

"Pada kesempatan ini, Kementerian PUPR juga akan mendapatkan hibah masuk dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berupa tanah seluas 48.222 m2, dengan nilai perolehan senilai Rp2,9 miliar," tambahnya.

Sebagai informasi, acara ini diselenggarakan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/11). Turut hadir pada acara ini, Gubernur Kalimantan Utara Triyono Budi Sasongko, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti, para Bupati/Wali Kota/Rektor Perguruan Tinggi/Ketua Yayasan penerima BMN Kementerian PUPR, serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT