Jenderal Dudung: TNI AD Turun Gunung Dukung Percepatan Penurunan Stunting

ADVERTISEMENT

Jenderal Dudung: TNI AD Turun Gunung Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Rumondang Naibaho - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 16:22 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Rumondang/detikcom)
Jakarta -

TNI Angkatan Darat (AD) berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Adapun upaya yang dilakukan meliputi pelatihan teknis bagi fasilitator Kodim.

"TNI AD akan mendukung secara penuh BKKBN dalam rangka teknis bagaimana penurunan stunting di wilayah," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman pada acara Pembukaan Pelatihan Teknis Percepatan Penurunan Stunting Bagi Fasilitator Kodim Tahun 2022 di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2022).

Dudung menyebutkan upaya percepatan penurunan stunting ini merupakan perintah dari Presiden Jokowi. Maka, lanjutnya, TNI AD harus membantu percepatan penurunan stunting.

"TNI AD harus turun gunung, ya mereka harus membantu kesulitan masyarakat, apa pun yang menjadi kesulitannya," sebutnya.

"Kami mohon doa restu tentunya TNI AD beserta BKKBN akan terus bekerja keras, semoga tingkat penurunan stunting akan bergerak cepat sehingga masa depan bangsa kita tergantung kepada anak anak yang saat ini kita bina, kita didik, dan kita pelihara, sehingga gizi mereka bisa terjamin," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memuji keterlibatan TNI AD dalam upaya penurunan angka stunting. Dia menyebutkan peran TNI hadir di masyarakat merupakan aksi nyata.

"Perlu saya tekankan di sini bahwa faktor penyebab stunting itu dua, sensitif dan spesifik. Sensitif itu lingkungan, dan selama ini Pak KSAD dan jajarannya sampai di Babinsa sudah sangat membantu dalam peran sensitif," ucap Hasto.

Menurut Hasto, faktor sensitif ini pengaruhnya 70 persen menurunkan angka stunting, contohnya adalah gerakan untuk bedah rumah. Di mana, lanjutnya, rumah kumuh menjadi penyebab stunting, jajaran TNI sampai di Babinsa mengerjakan itu.

"Kemudian yang kedua, air bersih, ini luar biasa programnya Pak KSAD dan seluruh jajarannya menyediakan air bersih di daerah daerah sulit air, dan itu menjadi kunci sukses menurunkan stunting. Kemudian yang ketiga adalah jamban, dengan rumah layak huni dan kemudian jambanisasi itu faktor sensitif yang pengaruhnya sangat besar," jelasnya.

"Ya ketika Babinsa itu ikut woro-woro, ikut sosialisasi ayo kita datang ke Posyandu, itu peran yg luar biasa. Karena selama ini, kehadiran ke posyandu apalagi masa pandemi sangat menurun sekali. Sedangkan penimbangan pengukuran itu menjadi kunci sukses dalam rangka untuk percepatan penurunan stunting," lanjut Hasto.

Untuk diketahui BKKBN melakukan sejumlah langkah untuk terus menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2024. Hal itu dilakukan agar Indonesia mampu mencetak SDM yang memiliki daya saing tinggi pada 2045 mendatang.

"Pentingnya untuk kita mencetak generasi yang unggul dalam rangka memasuki Indonesia emas agar kita bisa menanggung beban, yang sebetulnya bebannya masuk di Indonesia Emas 2045 tidak ringan," kata Hasto.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT