Hakim Cabut Status Tersangka Korban Penganiayaan Holywings

ADVERTISEMENT

Hakim Cabut Status Tersangka Korban Penganiayaan Holywings

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 16:16 WIB
Kasus penganiayaan di Holywings Sleman masuk babak baru. Langkah praperadilan diambil pengacara Bryan Yoga Kusuma lantaran pihaknya merasa keberatan atas penetapan status tersangka bagi kliennya.
Duke Arie (memakai kemeja putih) saat mendaftar praperadilan. (Adji Ganda Rinepta/detikJateng)
Jakarta -

PN Sleman memutuskan penetapan status tersangka Bryan Yoga Kusuma tidak sah. Bryan diketahui merupakan korban pengeroyokan dua perwira kepolisian di sebuah tempat hiburan malam Holywings pada Sabtu (4/6) lalu.

"Hakim menyatakan penetapan tersangka terhadap pemohon (Bryan Yoga Kusuma) tidaklah sah," kata kuasa hukum Bryan, Duke Arie Widagdo, kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).

Duke mengabarkan putusan hakim itu diketok pada Selasa (4/12) kemarin. Hakim memutus berdasarkan pertimbangan karena tidak dilakukannya proses undangan klarifikasi pada tahap penyelidikan kepada Bryan. Selain itu, disebabkan tidak dilakukannya pemanggilan Bryan sebagai calon tersangka kepada Pemohon.

"Serta status Pemohon yang sudah dalam perlindungan LPSK yang seharusnya penyidik terlebih dahulu berkoordinasi dengan LPSK sebelum melakukan tuntutan hukum kepada Pemohon," ujar Duke Arie Widagdo.

Meski sudah dinyatakan sebagai korban dan mendapatkan status terlindung dari LPSK, Polresta Sleman tetap menindaklanjuti kasus ini. Dari Polresta Sleman, kasus ini ditarik ke Polda DIY dan dalam perkembangannya, Bryan Yoga bahkan sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Ditreskrimum Polda DIY.

"Padahal Bryan Yoga selama ini selalu kooperatif dalam menjalani pemeriksaan atau memberikan keterangan ke pihak kepolisian," ucap Duke Arie

Bahkan saat Bryan masih dirawat di rumah sakit, Yoga sudah di-BAP oleh polisi. Pasal yang ditersangkakan kepada Yoga adalah Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Pengeroyokan dan Penganiayaan.

"Keluarga Yoga menduga ada ketidakadilan dari pihak kepolisian dalam menangani perkara ini. Pihak keluarga memutuskan untuk mengajukan Praperadilan atas penetapan status tersangka kepada Bryan Yoga Kusuma," kata Duke Arie.

Sidang praperadilan itu dimulai pada Senin, 28 November 2022, di PN Sleman.

"Sidang ini kami ajukan karena kami menilai adanya kejanggalan akan penetapan tersangka yang dilayangkan oleh pemohon (Bryan), yang mana dalam prosesnya banyak prosedur yang tidak dilakukan," ujar Duke.

Dalam sidang praperadilan, Bryan menghadirkan ahli hukum UII Yogyakarta, Mudzakkir, dan dan tenaga ahli LPSK, Riyanto Wicaksono. Pada sidang, Mudzakkir menyatakan, dalam penetapan seseorang sebagai tersangka, pihak penyidik harus melalui beberapa tahapan hingga seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk diketahui, Bryan Yoga Kusuma merupakan korban pengeroyokan oleh warga sipil dan dua oknum anggota Polresta Sleman pada Juni 2022 di Holywings di Jalan Magelang, Kutu Asem, Sinduadi, Mlati, Sleman. Penganiayaan yang dialami Yoga berlanjut di Polresta Sleman.

Yoga sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sleman dan juga RS Bethesda Yogyakarta. Pelaku pengeroyokan dari kalangan sipil yang diketahui berinisial K sampai saat ini belum ditahan oleh pihak kepolisian. Sedangkan dua oknum yang terlibat yang berinisial L dan A sudah mendapatkan hukuman melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Polri pada 8 dan 13 September 2022.

Simak video '2 Perwira Polisi yang Terlibat Pengeroyokan di Holywings Jogja Terancam Dipecat':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT