Zona Penyangga Israel-Libanon, Strategi Akhiri Konflik
Jumat, 28 Jul 2006 06:24 WIB
Perancis -
Perancis mengusulkan pembentukan sebuah zona penyangga di kedua sisi perbatasan Israel-Libanon sebagai strategi mengakhiri konflik. Usul itu yang dipresentasikan kepada para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan menjadi landasan Perancis bagi resolusi baru DK PBB.Menteri Luar Negeri Philippe Douste-Blazy mengatakan, Perancis berharap ada pertemuan tingkat menteri DK PBB pada awal pekan depan. Sebagai bagian dari rencananya itu, Perancis mengusulkan agar tahanan-ahanan diserahkan kepada pihak ketiga yang memperoleh kepercayaan dari pihak-pihak yang berperang, yang akan menahan mereka sampai negosasi disimpulkan.Seperti dilansir AFP, zona penyangga di sepanjang perbatasan itu terdiri dari satu bagian di Libanon, yang diawasi oleh pasukan internasional dan militer Libanon, dan satu zona lagi di Israel yang harus menarik persenjataan berat.Strategi tiga penjuru Perancis itu juga mencakup seruan gencatan senjata, kemudian masa peralihan 10-15 hari di mana tahanan-tahanan mungkin ditukar, yang diikuti dengan kerangka kerja politik untuk mengakhiri konflik yang membuka jalan bagi penempatan pasukan internasional.Douste-Blazy sangat kecewa karena konferensi internasional di Roma gagal menyerukan gencatan senjata segera atas konflik di Libanon.Israel memulai serangan besar-besaran ke Lebanon pada 12 Juli setelah Hizbullah menangkap dua prajuritnya dalam serangan lintas-batas. Lebih dari 300 orang tewas dalam serangan Israel terhadap Libanon, sementara puluhan prajurit dan warga sipil Israel tewas akibat serangan-serangan Hizbullah.
(wiq/)










































