Formula Penyatuan Ulama NU Dibahas Pascamunas

Formula Penyatuan Ulama NU Dibahas Pascamunas

- detikNews
Kamis, 27 Jul 2006 23:18 WIB
Surabaya - Formula penyatuan ulama-ulama NU yang terpecah pandangan politiknya baru dibahas setelah Musyawarah Nasional (Munas) alim-ulama NU selesai. Perpecahan itu menurut Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi hanyalah temporer."Politik itu temporer. Perbedaaan politik yang terjadi di ulama NU selama ini belum menunjukkan perpecahan. Tetapi itu hanya terbelah dan terpilah karena faktor politik dan perbedaan pemikiran," ujar Hasyim seusai pertemuan Pra Munas alim-ulama NU, di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (27/7/2006).Pertemuan pra-munas yang dihadiri 300 ulama ini tidak mengagendakan soal perpecahan Partai Kebangkitan Bangsa dan termasuk perbedaan pandangan di antara ulama NU."Tetapi dalam silaturrahmi tadi muncul pertanyaan-pertanyaan tentang itu. Dari mulai masalah sosial, politik, ekonomi dan lain-lain," ungkap Hasyim.Bahkan sempat juga muncul pro-kontra perlunya membuat alim-ulama membuat sebuah partai baru. "Ada pula yang mewacanakan perlunya partai baru maupun yang tidak setuju partai baru," beber Hasyim.Di tempat yang sama, Rais Aam PBNU, KH. Sahal Mahfudz membantah adanya perpecahan di antara ulama NU. "Tidak, tidak ada apa-apa," tandas Sahal sambil berjalan menuju kendaraannya.Pertemuan Pra Munas ini sendiri sudah selesai sekitar pukul 22.00, Kamis (27/7/2006) tadi. Munas alim-ulama NU dan Konferensi Besar NU sendiri baru akan berlangsung besok di GOR Kertajaya Surabaya. Rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads