13% Desa di Bali Tertular Flu Burung
Kamis, 27 Jul 2006 22:29 WIB
Denpasar - Sebanyak 13,4 persen atau 92 dari 686 desa di Bali kurun waktu bulan Oktober 2003 sampai Juni 2006 terjangkit flu burung. Virus H5N1 mematikan ini menyerang unggas, seperti itik, angsa, ayam dan burung.Demikian disampaikan Kepala Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) wilayah VI Denpasar Anak Agung Gde Putra di sela-sela work shop flu burung terpadu se-Bali di Kabupaten Gianyar, Kamis (27/7/2006).Sejak tahun 2003 lalu hingga Februari 2004, sekitar 900 ribu unggas yang positif terjangkit flu burung dimusnahkan. Jenis virus yang ditemukan di Bali sama dengan yang di beberapa daerah di Indonesia. Tapi, belum ada virus AI di Bali yang terindikasi telah menular ke manusia."Itu yang sangat kita khawatirkan, jangan sampai ada virus AI yang menular ke manusia. Sebab dampaknya sangat besar, apalagi di Bali sebagai daerah pariwisata," ujarnya.Untuk antisipasi, BPPV bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan WHO membentuk tim survelance terpadu untuk mengambil sampel darah burung dan manusia yang terindikasi di sejumlah daerah.Penelitian dilakukan di tiga daerah, yaitu Kabupaten Tabanan, Karangasem dan Bangli. Sebelumnya, dalam penelitian itu telah diambil 3.732 sampel darah unggas dan manusia. Hasilnya, dari ketiga daerah tersebut ditemukan virus H5NI di pasar, sedangkan rumah tangga negatif.
(wiq/)











































