Dirubung Wartawan, Kepala Rutan Lampung Acungkan Pistol

Dirubung Wartawan, Kepala Rutan Lampung Acungkan Pistol

- detikNews
Kamis, 27 Jul 2006 20:04 WIB
Lampung - Belasan wartawan mendatangi Mapolda Lampung. Bukan untuk meliput, tetapi melaporkan kejadian yang baru saja mereka alami saat meliput rekonstruksi pembunuhan seorang tahanan di Rutan Way Bui Lampung Selatan bernama Idris.Saat wartawan hendak meliput dan meminta izin ke Kepala Rutan Lampung Selatan Samsu Rizal, bukan jawaban simpatik yang didapat, melainkan bentakan dan acungan pistol. Tentu saja, kejadian yang tidak diduga ini membuat para wartawan lari terbirit-birit.Menurut penuturan Bisri, reporter SCTV Lampung, kedatangan wartawan ke Rutan Way Bui atas undangan Polres Lampung Selatan untuk meliput rekonstruksi di dalam tahanan. Namun, saat rekonstruksi dimulai, 18 orang wartawan dari media cetak dan elektronik tidak diperbolehkan masuk olah para sipir.Wartawan kemudian menghubungi Kepala Rutan Samsu Rizal. "Saat kami hubungi, Kepala Rutan meminta kami menghubungi Hutapea, pejabat kehakiman untuk meminta izin masuk. Tetapi pejabat tersebut tidak berhasil dihubungi," ungkap Bisri kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (27/7/2006).Karena wartawan tetap dilarang masuk, akhirnya mereka menunggu di luar rutan. Sekitar pukul 15.00 WIB Samsu Rizal tiba-tiba datang dan langsung dikerumuni wartawan untuk meminta izin masuk meliput rekonstruksi.Saat memintai izin inilah, Samsu Rizal menunjukkan gelagat tidak bersahabat. "Nggak usah ambil gambar saya. Kamu orang kerjaan ngobok-ngobok saya," teriak Samsu Rizal seperti ditirukan Bisri.Namun sejumlah kameramen tetap saja mengambil gambar gerak-gerik Samsu Rizal. Tidak lama kemudian Samsu Rizal mengeluarkan pistol, dan tampak marah. "Jangan pancing emosi saya. Sudah dua bulan kamu orang obok-obok," bentaknya."Jelas kami tidak tahu apa yang dimaksud Pak Samsu Rizal," katanya.Karena mengeluarkan pistol, wartawan berlarian. "Kami semua kaget, terbelalak dan ada yang langsung lari," kata Bisri.Mendapat tindakan yang tidak menyenangkan, akhirnya wartawan melaporkan kasus ini ke Polda Lampung. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads