Dubes Suryopratomo Sebut WN Singapura Antusias Second Home Visa RI

ADVERTISEMENT

Dubes Suryopratomo Sebut WN Singapura Antusias Second Home Visa RI

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 17:33 WIB
Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo
Duber RI untuk Singapura, Suryopratomo (Wahyudi/20detik)
Jakarta -

Dubes RI utuk Singapura, Suryopratomo, menyatakan sejumlah kebijakan Imigrasi disambut positif warga negara (WN) Singapura. Kebijakan ini seperti multiple entry visa dan visa rumah kedua (second home visa).

"Dalam beberapa pekan terakhir ini, Ditjen Imigari meluncurkan beberapa kebijakan keimigrasian. Di antaranya multiple entry visa dan second home visa. Langkah ini diambil untuk mendukung peningkatan perekonomian Indonesia," kata Suryopratomo dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Suryopratomo menyampaikan apresiasi atas layanan multiple entry visa itu.

"Kebijakan ini sangat memudahkan pelaku bisnis dan wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia dengan hanya mengajukan visa satu kali," ucap Suryopratomo.

Menurut Suryopratomo, kebijakan ini sangat mendukung Indonesia dalam melakukan recovery ekonomi dalam bisnis dan pariwisata.

"Sebagaimana kita ketahui Singapura merupakan salah satu negara investor terbesar di Indonesia. Tentunya kebijakan dapat mendorong lagi angka investasi di Indonesia," ungkap Suryopratomo.

Kebijakan lain yang dianggap positif adalah second home visa. Dengan memberikan uang deposit Rp 2 miliar, WNA dapat mendapatkan visa tinggal nonkerja di Indonesia selama 10 tahun.

"Selain itu, kebijakan second home visa mendapat sambutan baik dari wisatawan dan investor yang bermukim di Singapura. Sami sangat optimistis kebijakan ini dapat meningkatkan angka kedatangan wisatawan yang menjadikan Batam dan Bintan sebagai rumah kedua mereka," beber Suryopratomo.

Visa Rumah Kedua (Second Home) di Negara Tetangga

Di dunia global, visa rumah kedua sudah lazim. Thailand sudah lebih dulu meluncurkan visa second home dengan nama Visa Long-Term Resident (LTR). Thailand memberikan visa premium itu untuk masa berlaku 10 tahun. Adapun untuk untuk uang jaminan turun dari 100 ribu baht menjadi 50 ribu baht. Sasarannya adalah WNA yang expert, orang kaya, pensiunan dan yang ingin bekerja di Thailand.

"Pemerintah yakin visa LTR yang direvisi itu bisa menarik sekitar 1 juta orang per tahun dan memberikan dorongan signifikan bagi pemulihan ekonomi negara setelah pandemi COVID-19," demikian dikutip detikcom dari thethaiger.com

Meski kelihatannya syarat uang deposit tidak besar, tetap ada syarat lainnya yang harus dipenuhi. Di antaranya memiliki aset gabungan minimal USD 1 juta dan pendapatan minimal USD 80 ribu per tahun. Syarat lain adalah pemohon visa LTR wajib menginvestasikan minimal USD 500 ribu di Thailand untuk properti dan lainnya.

Kamboja sudah menerapkan hal serupa. Syaratnya, pemohon memasukkan uang jaminan USD 100 ribu. Sedangkan untuk Malaysia, uang jaminan sebanyak USD 220 ribu.

Di Malaysia, second home visa juga sudah diterapkan. Kebijakan syaratnya tergantung negara bagian di Malaysia. Secara umum, visa ini berlaku untuk 10 tahun dengan minimal pemohon visa 'Malaysia My Second Home' memiliki penghasilan RM 40 ribu (Rp 130.904.880) per bulan. Selain itu, wajib menyerahkan uang deposit RM 1 juta (Rp 3.272.622.000). Uang deposit itu baru bisa diambil secara bertahap setelah satu tahu.

Selain itu juga bisa menunjukkan aset kepemilikan di negara asal dengan aset nilai minimal senilai RM 1,5 juta (setara Rp 4,9 miliar) seperti rumah. Bila membawa tanggungan (anak atau istri), menambah RM 50 ribu (atau Rp 163.631.100) per tanggungan.

(asp/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT