Menengok Satu-satunya 'Bengkel' MRT Jakarta di Depo Lebak Bulus

ADVERTISEMENT

Menengok Satu-satunya 'Bengkel' MRT Jakarta di Depo Lebak Bulus

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 17:13 WIB
Gedung Workshop MRT di Depo Lebak Bulus
Gedung Workshop MRT di Depo Lebak Bulus (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) sering digunakan oleh warga DKI Jakarta. Setiap kereta MRT akan mendapatkan perawatan rutin di 'bengkel' gedung workshop di Depo Lebak Bulus.

detikcom sempat menengok Depo Lebak Bulus tersebut pada Rabu (6/12/2022). Menurut pantauan, tampak salah satu kereta MRT No 9 tengah dikerjakan oleh para teknisi. Mereka terlihat membongkar AC pada bagian atap kereta tersebut.

Mereka juga tampak memeriksa roda dan mesin di bagian bawah MRT. Para teknisi itu terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap seperti topi hingga sarung tangan.

Para teknisi itu tampak membongkar satu unit kereta. Sementara itu, rangkaian badan kereta juga terlihat dipisahkan satu sama lainnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Rolling Stock Workshop, MRT Jakarta, Christoforus Deberland, menjelaskan terkait situasi dalam gedung workshop MRT tersebut. Dia menjelaskan gedung tersebut sebetulnya memiliki nama balai asa.

"Ini adalah namanya gedung workshop atau bahasa Indonesianya balai asa, ini tempat untuk melangsungkan pemeliharaan berat dan juga rehabilitasi. Rehabilitasi itu kan artinya perbaikan kereta, jadi di sini itu kita bisa melakukan pemeliharaan 4 tahunan dan 8 tahunan sesuai dengan manual," kata Berland kepada wartawan di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

"Jadi ini preventif maintenance, yang biasa dilakukan itu ada pemeriksaan harian, bulanan, empat tahunan atau semi-perawatan akhir, di Jepang disebut major equipment ENM, jadi yang major-major aja yang diperiksa dan dirawat, dan 8 tahunan (overhaul) semua akan dicek di sini," imbuhnya.

Berland mengatakan perawatan harian hanya berupa visual check. Sementara pada perawatan bulanan para teknisi akan membersihkan AC namun tak sampai membongkar rangkaian badan kereta.

"Kalau pemeriksaan harian, dilakukan di sebelah, visual check. Kalau bulanan, ada bersihin AC, disemprot bagian atasnya, lalu kotoran keluar, tapi nggak dicopot," ujarnya.

Pada perawatan empat tahunan, para teknisi akan melakukan pembongkaran rangkaian badan kereta. Berland menuturkan perawatan dilakukan berupa penggantian AC, pantograph, dan pembongkaran lainnya.

"Yang tadi kita lakukan itu namanya pemeliharaan 4 tahunan atau semi-perawatan akhir atau major equipment ENM, examination and maintenance, pemeriksaan, dan perawatan. Jadi kita lakukan perawatan menyeluruh dari shock in, shock inspection kemudian disassembly, tadi kita itu fase pembongkaran disassembly, semuanya dibongkar, dari AC dibongkar, pantograph dibongkar, bogie-nya juga dilepas kemudian dibongkar, ada air compressor juga dilepas dan dibongkar kemudian ada breaker," tuturnya.

"Itu dilakukan pembongkaran, kita lakukan pemeriksaan dan perawatan, kita rawat dengan cara kita bersihkan, kita ganti elastimeric-nya kemudian ada bautnya, kita cek segala macam, setelah itu kita lakukan testing," lanjutnya.

Gedung Workshop MRT di Depo Lebak BulusGedung Workshop MRT di Depo Lebak Bulus (Mulia Budi/detikcom)

Kemudian, dia mengatakan pada setiap kereta MRT juga akan dilakukan pengetesan dalam rangkaian perawatan empat tahunan tersebut. Jika dalam uji kelayakan itu dinyatakan oke, kereta MRT itu baru bisa beroperasi kembali.

"Testing-nya itu kita lakukan di sini masing-masing punya alat testing kayak semacam laboratorium di sini, setelah dinyatakan oke, kemudian dipasang kembali ke kereta. Itu fase assembly. Kemudian kita lakukan shout out test, ini yang paling penting karena ini yang menjamin kereta ini betul-betul sudah sesuai dengan fungsinya untuk jalan. Kita tes dulu di Depo ini, dia jalan, dia maju mundur dulu aja sampai ke sana, setelah dinyatakan oke baru dia masuk ke lintas, dites tanpa penumpang, malam-malam dini hari kita lakukan, dia dua kali jalan, setelah kita nyatakan selesai baru dia bisa digunain," terangnya.

Dia mengatakan pengerjaan perawatan empat tahunan berlangsung sekitar 33 hari kerja. Dia mengatakan pada perawatan 8 tahunan berlangsung selama 50 hari kerja.

"Kalau 8 tahun, hampir sama dengan yang 4 tahun, tapi lebih detail. Kalau ini dikerjakan dalam waktu 50 hari kerja. Sedang kita rencanakan agar lebih efektif dilakukan di bengkel ini juga," ujarnya.

Lebih lanjut, Berland mengatakan perawatan empat tahunan dilakukan pada MRT selama 4 tahun sekali atau MRT yang jarak tempuhnya sudah mencapai 480 ribu km. Dia mencontohkan kereta no 9 yang diperbaiki hari ini diperiksa lantaran sudah 4 tahun meski belum mencapai jarak tempuh untuk diperiksa.

"Secara jarak tempuh no 9 ini belum memenuhi, tapi karena sudah 4 tahun, jadi sudah mencukupi untuk diperiksa. Kereta ini kan sudah wira-wiri sejak 2018 Desember di Jepang hingga Indonesia. Berpatokan dari situ. Memang manual perawatannya itu bergantung dari 4 tahun masa jalan atau jarak tempuh 480 ribu km. Tinggal mana yang tercapai duluan," ujarnya.

(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT