Bamsoet Apresiasi Himpunan Pengusaha KAHMI Dukung Kewirausahaan di RI

ADVERTISEMENT

Bamsoet Apresiasi Himpunan Pengusaha KAHMI Dukung Kewirausahaan di RI

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 17:10 WIB
Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Keluarga Besar Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) yang telah berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memberdayakan usaha kecil dan menengah, serta melahirkan para entrepreneur muda berkualitas. Sebagai bagian dari himpunan tersebut, Bamsoet mengaku bangga HIPKA tetap konsisten berjuang melahirkan para wirausahawan muslim yang profesional, bermartabat, berdaya saing, dan memiliki kemandirian.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional III HIPKA di Jakarta, Selasa (6/12). Dalam kesempatan itu, Bamsoet menjelaskan mayoritas wirausaha di Indonesia didominasi usaha berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia.

Bamsoet menilai UMKM berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan dan GDP di Indonesia. Besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian tercermin dari kemampuannya menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun hingga 60,4% dari total investasi.

"Membangun kewirausahaan dalam konteks Indonesia kontemporer merupakan sebuah keniscayaan. Karena sebagai negara dengan jumlah penduduk lebih dari 275,36 juta jiwa, ternyata persentase jumlah wirausahawan di tanah air baru mencapai 3,47% dari total jumlah populasi. Masih tertinggal jika dibandingkan berbagai negara lain, seperti Amerika Serikat (11,5%), Singapura (7,2%), dan Malaysia (5%)," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

"Padahal jumlah wirausaha merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah negara. Konsekuensi dari kegagalan kita untuk menumbuhkembangkan wirausahawan, berpotensi menempatkan posisi kita hanya sebagai 'pasar' bagi produk komunitas global," sambungnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan di tengah rasio ketersediaan wirausahawan yang belum optimal, langkah HIPKA untuk memotivasi seluruh anggota KAHMI tergerak menjadi entrepreneur patut diapresiasi. Apalagi setiap tahun ada lebih dari 2.000 alumni HMI yang otomatis menjadi anggota KAHMI, sebagai sumberdaya pembangunan yang berkualitas, memiliki latar belakang akademis, serta memiliki potensi dan daya saing dalam menyikapi berbagai tantangan dan dinamika zaman.

"Terlebih saat ini kita telah menapakan kaki pada periode bonus demografi, di mana komposisi penduduk didominasi kelompok usia produktif. Seringkali bonus demografi dipersepsikan sebagai peluang emas untuk meraih lompatan kemajuan. Contohnya adalah China dan Korea Selatan, yang sukses mengoptimalkan periode bonus demografi dengan pengembangan industri rumahan," paparnya.

"Padahal tidak semua negara sukses memanfaatkan momentum bonus demografi, seperti misalnya Brazil, Afrika Selatan, Venezuela, dan Meksiko. Hal ini harus menyadarkan kita, bahwa bonus demografi juga menyimpan potensi risiko. Salah satunya, ketika keberlimpahan jumlah sumber daya manusia berusia produktif, tidak terserap secara optimal oleh dunia kerja," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan muara yang ingin dituju dari upaya mendorong lahirnya wirausahawan antara lain adalah terwujudnya kemandirian bangsa, terwujudnya keadilan sosial, dan kemakmuran masyarakat. Menurutnya, gagasan kemandirian bangsa harus dimaknai terbebas dari segala ketergantungan, serta menempatkan posisi Indonesia sejajar dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain. Dalam konsepsi ini, kemajuan ekonomi dan kemampuan daya saing menjadi kunci untuk mencapai kemandirian.

"Gagasan keadilan sosial mengamanatkan tidak adanya perlakuan diskriminatif dan ketimpangan dalam segala aspek dan dimensi. Sedangkan gagasan kemakmuran masyarakat meniscayakan adanya keberpihakan, kebersamaan, dan keberlakuan kebijakan yang bersifat inklusif," ungkapnya.

"Saya yakin dengan segala potensi yang dimiliki, dan keterjangkauan penetrasi sumberdaya yang telah meliputi seluruh wilayah di Nusantara, HIPKA mampu mentransformasikan berbagai gagasan tersebut menjadi sebuah realita," tandas Bamsoet.

Turut hadir antara lain, Ketua Dewan Penasehat HIPKA Soetrisno Bachir, Ketua Badan Pengurus Pusat HIPKA Tubagus Farich Nahril, Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat HIPKA Nurhadi M. Musawir, Presidium KAHMI Abdullah Puteh dan Sutomo, Rektor Universitas Insan Cita Indonesia Laode Masihu Kamaludin, dan tokoh pengusaha nasional Tanri Abeng.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT