Tentang Batik Parang yang Dilarang Dipakai di Nikahan Kaesang-Erina

ADVERTISEMENT

Tentang Batik Parang yang Dilarang Dipakai di Nikahan Kaesang-Erina

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 15:38 WIB
Batik parang adalah salah satu jenis motif batik masyarakat Jawa. Batik parang juga disebut sebagai batik keraton dan merupakan motif paling tua di Indonesia.
Batik parang (Foto: dok. Shutterstock)
Jakarta -

Batik parang adalah salah satu jenis motif batik masyarakat Jawa. Batik parang juga disebut sebagai batik keraton karena hanya digunakan pada acara adat tertentu di lingkungan kerajaan.

Lalu, bagaimana perkembangan batik parang di Indonesia? Simak ulasannya berikut ini.

Tentang Batik Parang

Mengutip dari jurnal berjudul "Makna Motif Batik Parang Sebagai Ide dalam Perancangan Interior" yang ditulis oleh Sella Kristie, Tessa Eka Darmayanti, dan Sriwinarsih Maria Kirana, batik parang termasuk motif paling tua di Indonesia. Kata parang berasal dari bahasa Jawa "pereng" yang menggambarkan garis lengkung-lengkung menyerupai ombak di laut.

Batik parang adalah salah satu jenis motif batik masyarakat Jawa. Batik parang juga disebut sebagai batik keraton dan merupakan motif paling tua di Indonesia.Batik parang adalah salah satu jenis motif batik masyarakat Jawa. Batik parang juga disebut sebagai batik keraton dan merupakan motif paling tua di Indonesia. (Foto: Stocklib/Ayolhoiso)

Batik Parang adalah Batik Kerajaan

Motif pada batik parang menggambarkan kekuatan dan pertumbuhan yang digunakan oleh para raja. Oleh karena itu, batik parang disebut juga batik larangan atau batik keraton karena tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa.

Disebut batik larangan karena pada masanya, batik parang tidak boleh digunakan di luar lingkungan Keraton Mataram. Hal itu dikarenakan para kaum saudagar ingin mengkombinasikan motif parang dengan motif lain (parang seling).

Seiring dengan perkembangan zaman, kini batik parang mulai digunakan oleh masyarakat luas untuk berbagai kepentingan. Batik parang sering digunakan sebagai bahan pakaian untuk undangan ataupun acara resmi lainnya.

Filosofi Motif Batik Parang

Batik ini memiliki susunan motif yang membentuk seperti huruf S dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Bentuk S melambangkan sebuah kesinambungan, kekuasaan, kekuatan, dan semangat yang tidak pernah padam.

Berikut adalah filosofi motif batik parang.

  1. Motif batik parang yang saling berkesinambungan menggambarkan:
    - Jalinan hidup yang tidak pernah putus
    - Selalu konsisten dalam upaya untuk memperbaiki diri
    - Memperjuangkan kesejahteraan dalam hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya
  2. Garis diagonal dalam motif batik parang menggambarkan bahwa manusia harus memiliki cita-cita yang luhur, kokoh dalam pendirian, serta setia pada nilai kebenaran.

Jenis-jenis Motif Batik Parang

Berbagai motif pada batik parang memiliki ciri khas serta makna yang terkandung did alamnya. Motif pada batik parang juga menentukan siapa yang bisa memakainya. Batik parang terdiri dari beberapa jenis motif, yaitu:

  • Parang rusak
  • Parang barong
  • Parang klitik
  • Parang kusumo
  • Parang tuding
  • Parang curigo
  • Parang centung
  • Parang pamor.

Sejarah Perkembangan Batik Parang

Batik parang awalnya hanya satu dan dibuat oleh pendiri keraton Mataram Kartasura. Kemudian, kerajaan Mataram pecah menjadi Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Batik parang terkenal di area Jawa Tengah, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo. Walaupun memiliki jenis batik yang sama, namun terdapat perbedaan pada batik di kedua daerah itu.

Batik parang Yogyakarta pada umumnya terlihat mirip dengan batik parang yang terdapat di Solo karena Yogyakarta dan Solo berasal dari satu kerajaan yang sama. Perbedaan batik parang Yogyakarta dan Solo terletak pada bentuknya, di mana batik parang Yogyakarta memiliki bentuk diagonal dari kanan atas ke kiri bawah, sedangkan bentuk diagonal batik parang Solo merupakan kebalikannya, yaitu dari kiri atas ke kanan bawah.

Warna yang digunakan pada batik parang Solo cenderung didominasi oleh coklat soga, sedangkan batik parang Yogyakarta memiliki campuran dari warna lain, seperti warna putih dan hitam untuk dasar batik.

(kny/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT