Jadi Mentor Kreator Indonesia Berkarya, Ganjar: Yang Kreatif Akan Survive

ADVERTISEMENT

Jadi Mentor Kreator Indonesia Berkarya, Ganjar: Yang Kreatif Akan Survive

Danzel Samuel - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 15:24 WIB
Sahabat Ganjar
Foto: Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjadi mentor para content creator Indonesia dalam acara 'Kreator Indonesia Berkarya' di Jakarta. Acara yang diselenggarakan Google Indonesia juga menghadirkan Wali Kota Bogor Bima Arya, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan pengusaha muda Putri Tanjung sebagai pembicara dan moderator Rosianna Silalahi.

Bagi Ganjar, media sosial (medsos) terutama YouTube adalah ruang kreatif dan inovatif bagi mereka yang survive. Menurutnya, semua mempunyai ruang seperti langit tanpa batas, asal mempunyai literasi yang bagus.

"Dalam dunia yang belum teratur, dan kemudian orang bisa berekspresi bebas. Dalam kondisi ekonomi seperti ini, maka yang kreatif dan inovatif itu akan survive. Semua punya ruang yang luas sekali seperti langit tanpa batas, sumur tanpa dasar dan mereka bisa eksplor segala potensinya. tapi harus punya literasi yang bagus," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2022).

Ia melanjutkan di tengah dunia digitalisasi, orang-orang yang memiliki daya kreatif dan inovatif akan selalu survive. Dan, dunia medsos terutama YouTube adalah yang sangat menjanjikan.

"Iya menjanjikan, selagi dunianya penuh dengan nuansa kreasi dan inovasi itu akan selalu terjadi itu karena pergerakan dunia ini demikian cepat, bahkan super cepat sehingga kalau orang tidak update tidak upgrade maka akan ditinggal. Maka, orang kreatif dan inovatif ini yang saya katakan akan selalu survive," lapor Ganjar.

Ia sendiri bahkan dikenal sebagai pemimpin yang aktif hampir di semua platform medsos, dari YouTube, Instagram, Facebook, TikTok hingga Twitter. Ia menegaskan, medsos telah merubah dan mendorong revolusi dari layanan publik di pemerintahan.

"Respons yang diterima bagus sekali. Sebenarnya itu mengubah dan mendorong revolusi dari layanan publik yang ada di pemerintah. Kalau pemerintah dulu konvensional, eh, kalau anda mau komplain datang ke kantor. Tapi kalau kemudian mereka melibatkan aplikasi medsos, maka mereka ada keberanian. Jadi, saya merasa terbantu dan publik bisa komplain lebih gampang dan kemudian birokrasi merubah pola pikir sehingga mereka dapat melayani dengan cara yang lebih bagus," tegas Ganjar.

Bukan hanya itu, Gubernur berambut putih itu juga menceritakan pengalamannya menangani pandemi COVID-19, terutama di sektor ekonomi dengan program Lapak Ganjar.

"Lapak Ganjar, sebenarnya itu merespons saat pandemi. Orang tidak bisa jualan, mereka frustasi dan marah. Sementara pemerintah tidak ada solusi. Maka, ini adalah ekstrakurikuler saya ketika kemudian mereka harus dicarikan cara baru, diberikan ruang baru agar mereka bisa masuk ke ranah baru yaitu dunia digital," jelasnya.

Dari sana, tutur Ganjar lagi, masyarakat lebih bisa memanfaatkan dunia digital dengan baik.

"Kami juga membuat startup untuk memberikan ruang ekspresi atau stimulan agar mereka ngobrol. Sekarang mereka sudah punya kreativitas apapun kok jualan dari rumah juga oke," pungkas Ganjar.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT