Viral Penipuan Modus Kirim APK di WA, Polisi Harap Korban Lapor

ADVERTISEMENT

Viral Penipuan Modus Kirim APK di WA, Polisi Harap Korban Lapor

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 15:18 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (dok Istimewa)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Viral kasus penipuan dengan modus mengirim 'foto paket' yang ternyata adalah APK atau format file untuk memasang aplikasi, melalui aplikasi WhatsApp. Polda Metro Jaya berharap korban penipuan melapor agar polisi bisa menyelidiki.

Diketahui, muncul modus penipuan baru di WA. Penipu akan menggiring korban men-download 'foto paket', namun ternyata adalah sebuah APK berbahaya yang menguras rekening. Baru-baru ini, di lini masa, seorang pemerhati kejahatan siber @evan_neri.tftt membagikan screenshot dengan edukasi di keterangan.

Dalam kasus ini, Evan mengatakan korban terlanjur mengunduh file tersebut. Tanpa sadar, saldo di rekening langsung ludes seketika. Padahal korban mengaku tidak menjalankan atau membuka aplikasi apa pun atau mengisi user id maupun password di situs lain.

"Diduga file yang dikirim oleh pelaku dan diunduh oleh korban tsb adaah exploit yang berjalan di latar belakang untuk mengambil data korban (seperti aplikasi perbankan yang dibuka oleh korban lalu mengintip user ID dan password), atau istilah dalam dunia hacking disebut SNIFFING," ujar Evan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan hingga kini pihak Polda Metro Jaya belum menerima laporan terkait penipuan yang ada. Dia meminta korban segera melapor agar memudahkan polisi dalam mengusut perkara yang ada.

"Kita belum terima laporan seperti itu dari masyarakat yang jadi korban seperti itu. Kalau ada imbauan, tentunya mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta yang jadi korban kasus seperti itu, agar segera melaporkan kepada kepolisian untuk kita ambil tindakan hukum terhadap penipuan yang bermodus seperti itu," kata Zulpan saat dihubungi, Selasa (6/12/2022).

Untuk menghindari kasus serupa, Zulpan meminta masyarakat tidak langsung mengikuti semua arahan yang diminta pelaku. Zulpan juga mengimbau kepada masyarakat luas agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada pesan-pesan yang mencurigakan.

"Kemudian imbauan yang bersifat edukasi tentunya adalah agar kepada masyarakat agar lebih hati hati lagi apabila menerima pesan pesan seperti itu yang dirasa mencurigakan," kata dia.

"Apalagi dirasakan tidak pernah melakukan transaksi dan komunikasi ekonomi atau kegiatan perdagangan dengan yang ditawarkan, itu jangan langsung mengikuti petunjuk dan perintah dalam pesan singkat itu," imbuhnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT