BK Masih Jadi Jualan Parpol

BK Masih Jadi Jualan Parpol

- detikNews
Kamis, 27 Jul 2006 17:34 WIB
Jakarta - Mantan Presiden RI Soekarno atau Bung Karno (BK) masih menjadi bahan jualan politik yang laku. Beberapa partai politik bahkan menjadikannya simbol untuk menggaet suara pemilih dalam pemilu.Kenyataan ini dikritik oleh pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabotingi. Alasannya, pengkultusan tokoh BK merupakan bagian dari feodalisme dan pembodohan masyarakat."Kalau kita kultuskan Bung Karno berarti kita feodal, padahal demokrasi bertentangan dengan feodalisme. Demokrasi memberdayakan masyarakat, bukan memperdayakan," ujar Mochtar dalam acara 'Membangun Nasionalisme Baru' di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2006).Mochtar berharap, jangan lagi ada upaya mempolitisasi Bung Karno, tapi seharusnya menempatkannya dengan benar. "Kalau menggunakan nama Bung Karno sebaiknya secara jujur, kita gunakan sesuai demokrasi secara benar, jangan membodohi, kultus harus dihindari," tuturnya.Sementara mengenai ajaran Bung Karno tentang nasionalisme, menurut Mochtar, patut dijadikan teladan. Sebab nasionalisme ajaran Bung Karno tidak membeda-bedakan dan tidak diskriminatif."Ada juga yang tidak relevan seperti jor-joran soal revolusioner, bisa perang lagi kita," jelas Mochtar. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads