SBY Diminta Pimpin Langsung Investigasi Kasus Koesmayadi
Kamis, 27 Jul 2006 16:05 WIB
Jakarta -
Presiden SBY diminta memimpin langsung investigasi pengungkapan kasus penemuan senjata di rumah mendiang Waaslog KSAD Brigjen TNI Koesmayadi. Sebab kasus ini diprediksi bakal membentur tembok besar."Ini semuanya tergantung presiden karena menyangkut tembok besar. Menurut saya presiden harus pimpin langsung supaya bisa memotong mata rantai insubordinasi di tubuh TNI," kata Ketua PBHI Johnson Panjaitan.Johnson menyampaikan hal itu usai melaporkan surat ketetapan penghentian penuntutan perkara (SKP3) mantan Presiden Soeharto di kantor Komisi Kejaksaan, Jalan Rumbai I, Jakarta, Kamis (27/7/2006).Johnson menambahkan, jika hal ini tidak dapat ditangani dengan segera oleh pemerintah, dia yakin institusi TNI akan berada dalam ambang kehancuran."Pemerintah harus tegas, jangan membolehkan militer berbisnis," tandas Johnson.Johnson juga menegaskan, persoalan penyelundupan senjata atau kepemilikan senjata di lingkungan TNI hanya merupakan salah satu dari beberapa kasus yang seharusnya dilakukan penyelidikan oleh aparat berwenang. Sebab masih banyak kasus lain yang belum terungkap.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































