Kuat Ma'ruf soal Yosua Hendak Bopong Putri: Itu Bukan Pelecehan

ADVERTISEMENT

Kuat Ma'ruf soal Yosua Hendak Bopong Putri: Itu Bukan Pelecehan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 05:49 WIB
Kuat Maruf
Kuat Ma'ruf (Foto: Andhika Prasetya-detikcom)
Jakarta -

Kuat Ma'ruf mengungkap adanya peristiwa Brigadir Yosua Hutabarat mau membopong tubuh Putri Candrawathi yang saat itu tengah terbaring di sofa di rumah Magelang. Namun, kata Kuat, peristiwa itu bukan pelecehan seksual.

Hal itu terungkap saat Kuat bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu di PN Jaksel, Senin (5/12/2022). Kuat mengatakan kejadian itu terjadi pada 4 Juli lalu di rumah Ferdy Sambo di Magelang.

Kuat mulanya mengatakan dipanggil Susi untuk menemui Putri. Saat itu, Putri yang tengah terbaring di sofa menanyakan kepada Kuat terkait pamong anak sekolah.

"Jadi ceritanya begini saya dipanggil sama Susi 'Om dipanggil ibu' saya datang ke situ ibu menanyakan soal pamong anak sekolah, saya bilang 'Izin ibu untuk pamong belum ada kabar, berkenan saya ke sekolahan' terus kata ibu 'Nggak usah nanti kamu diusir lagi'," kata Kuat.

Kemudian, Kuat mengaku tiba-tiba melihat Yosua datang menghampiri Putri yang terbaring di sofa. Yosua sempat bertanya mengapa Putri tidur di sofa.

Yosua kemudian hendak mengangkat tubuh Putri. Akan tetapi, kata Kuat, Putri langsung menepis tangan Yosua.

"Terus tiba-tiba saya lupa lagi Yosua arahnya dari mana, datanglah sambil ngomong 'Lho kok tidur di sini bu, kalau memang sakit jangan di sinilah' terus Yosua lewat depan karena dia mau ngangkat, seingat saya ditepis sama ibu," kata Kuat.

"Terus saya di situ langsung 'Oh ini ibu lho' saya gituin 'Ini ibu lho' 'Ya tapi jangan di sini' 'Ya sabar ini ibu lho' saya gituin," kata Kuat menirukan percakapan dengan Yosua.

Setelah itu, Kuat melihat Yosua pergi ke garasi dan balik lagi menghampiri Putri sambil turut serta mengajak Eliezer. Di sana, kata Kuat, Eliezer diminta Yosua untuk membantu membopong Putri Candrawathi. Namun, Putri memberikan reaksi tak mau diangkat.

"Setelah itu Yosua ke garasi masuk sama Om Icad (Richard), seingat saya, Om Icad dan Yosua masuk 'Richard angkat Cad' Om Icad masuk kayaknya sih tangannya ibu begini, jadi Om Icad nggak ngomong apa-apa langsung balik kanan ditinggal pergi," kata Kuat.

Tim pengacara Ricky lalu bertanya apakah peristiwa bopong-bopongan itu merupakan motif adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi. Kuat menyebut peristiwa itu bukan pelecehan seksual.

"Apakah motifnya di sana dinyatakan ada kekerasan seksual atau gimana?" tanya pengacara Ricky.

"Itu bukan pelecehan seksual Pak," jawab Kuat.

"Itu bukan pelecehan seksualnya?" tanya pengacara Ricky.

"Iya nggak ada itu pak," jawab Kuat.

Seperti diketahui, Kuat bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Eliezer, dan Bripka Ricky Rizal didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak Video 'Pengakuan Ricky Rizal-Kuat Ma'ruf yang Bikin Hakim Geram':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT