Sidang 2 Terdakwa Kasus Impor Baja Lanjut ke Tahap Pembuktian

ADVERTISEMENT

Sidang 2 Terdakwa Kasus Impor Baja Lanjut ke Tahap Pembuktian

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 05 Des 2022 20:45 WIB
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana. Penggeledahan Kejagung di salah satu tempat yang di geledah
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Sidang 2 terdakwa kasus impor baja Budi Hartono Linardi dan Taufiq berlanjut ke tahap pembuktian. Hakim menolak eksepsi para terdakwa.

"Menolak eksepsi Terdakwa Budi Hartono Linardi dan Terdakwa Taufiq untuk seluruhnya. Melanjutkan pemeriksaan persidangan ke pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, menyampaikan putusan sela 2 terdakwa dalam keterangan tertulis, Senin, (5/12/2022).

Eksepsi para terdakwa ditolak karena dinilai materinya sudah masuk ke pokok perkara dan tidak termasuk dalam alasan mengajukan nota keberatan/eksepsi. Hakim menilai dakwaan jaksa penuntut umum telah disusun secara jelas, cermat, dan lengkap.

Selanjutnya, sidang akan kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Budi Hartono, Taufiq, dan terdakwa Tahan Banurea (disidangkan secara terpisah) pada Kamis, 8 Desember 2022.

Dakwaan

Sebelumnya, dilansir SIPP PN Jakpus, terdakwa Budi Hartono Linardi, selaku Penanggung Jawab PT Meraseti Logistik Indonesia bersama-sama dengan Taufiq selaku karyawan PT Meraseti Logistik Indonesia (Terdakwa lain dalam berkas penuntutan terpisah), Ira Chandra selaku selaku Pengolah Data pada Subbag Tata Usaha, Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (yang telah meninggal dunia pada tanggal 21 Februari 2018) dan Tahan Banurea selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Direktorat Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI periode April 2017 s/d Agustus 2018 dan Kepala Seksi Aneka Barang Industri pada Direktorat Impor, Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI periode Agustus 2018 s/d Agustus 2020.

Para terdakwa melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri sendiri atau korporasi. Adapun rinciannya memperkaya Terdakwa Budi Hartono Linardi selaku Benefiaciary Owner PT Meraseti Logistik Indonesia sebesar Rp 91.300.126.793 (miliar), Ira Chandra (Alm) sebesar Rp 2.250.000.000 (miliar). Tahan Banurea sebesar Rp 200.000.000 (juta).

Serta memperkaya korporasi yaitu PT Duta Sari Sejahtera sebesar Rp 60.448.358.198 (miliar), PT Bangun Era Sejahtera sebesar Rp 319.117.117.281 (miliar), PT Intisumber Bajasakti sebesar Rp 144.425.826.507 (miliar), PT Jaya Arya Kemuning sebesar Rp.107.713.077.421,00 (miliar), PT Perwira Adhitama Sejati sebesar Rp 252.434.793.467 (miliar), dan PT Prasasti Metal Utama sebesar Rp 176.519.412.195 (miliar

Perbuatannya merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan Keuangan Negara sejumlah Rp 1.060.658.585.069 (triliun).

(yld/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT