Libanon Memanas, Pasukan Australia Ditarik Mundur
Kamis, 27 Jul 2006 14:41 WIB
Canberra - Konflik antara Israel dan Libanon terus memanas. Bombardir Israel di wilayah Libanon Selatan tidak kunjung berhenti. Karena itulah, pemerintah Australia memutuskan menarik mundur 12 personel militernya dari Libanon Selatan. Penarikan pasukan perdamaian ini dikarenakan keadaan berbahaya di wilayah itu.Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Australia Brendan Nelson di Canberra seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Kamis (27/7/2006).Mereka akan ditarik ke Beirut yang relatif lebih aman. "Kami telah membuat keputusan untuk membawa pulang 12 personel Pasukan Pertahanan Australia dari Libanon Selatan ke Beirut," kata Nelson kepada radio Australian Broadcasting Corp."Libanon Selatan khususnya merupakan lingkungan yang kacau, itu zona perang," cetus Nelson.Keputusan penarikan pasukan itu diambil setelah empat pengawas PBB tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Israel di Libanon Selatan pada Selasa 25 Juli lalu waktu setempat.Menghadapi peristiwa itu, Menteri Luar Negeri Australia menyatakan tidak perlu mengirimkan pasukan perdamaian internasional jika peperangan masih terjadi di Libanon. "Tidak ada gunanya mengirimkan pasukan perdamaian internasional untuk misi bunuh diri," kata Downer.Ditegaskannya, perjanjian damai harus lebih dulu disepakati antara Israel dan Libanon sebelum pengerahan pasukan internasional.
(ita/)











































