5 Mobil Rusak Imbas Bentrok Warga Usai Hajatan Nikah di Bekasi

ADVERTISEMENT

5 Mobil Rusak Imbas Bentrok Warga Usai Hajatan Nikah di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 05 Des 2022 19:20 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi. (Rachman Haryanto/detikcom)
Bekasi -

Bentrokan terjadi antara tamu hajatan pernikahan di Kampung Gabus Tengah, Desa Srijaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan sejumlah warga. Akibatnya, 5 mobil rusak.

"Lima unit mobil (dirusak)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

Zulpan menyebut mobil-mobil tersebut dirusak di bagian spion, bodi, kaca depan, dan bagian kap depan. Sejumlah barang pun dilaporkan hilang.

"Ada barang yang hilang milik Jhon Flore berupa sepatu dua pasang, jaket kulit, baju dan celana, NPWP, KTP, kartu ATM BCA, BNI, Mandiri, lalu (barang milik) Frengky GA berupa kacamata 3 buah dan kartu tol dengan kejadian ini kerugian senilai Rp 250.000.000," jelas Zulpan.

Kronologi

Zulpan menyebut mulanya korban, Musmuadim Nikolas Nalle, mengadakan pesta pernikahan keponakannya. Lalu pukul 00.30 WIB, tamu yang hadir di acara tersebut pulang.

"Diketahui korban, tamu undangan yang ingin meninggalkan acara pesta tersebut dicegat di TKP dengan orang tak dikenal yang mengaku sebagai jajaka dan mandor minan. Lalu tamu undangan secara tiba-tiba dipukuli oleh pelaku lalu pelaku," jelas Zulpan.

Belum diketahui identitas pelaku.

4 Terluka

Akibat bentrokan itu, 4 orang terluka. Namun belum diketahui identitas korban terluka.

"Empat orang warga setempat mengalami luka ringan akibat dari lemparan batu yang mengenai pelipis, tangan maupun dada," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion dalam akun Instagramnya, @Kapolres_bekasikabupaten, seperti dilihat, Senin (5/12/2022).

Gidion menyebut tawuran ini terjadi antara warga setempat dan tamu undangan hajatan. Dalam rangkaian acaranya, terdapat dangdutan dalam resepsi pernikahan itu.

"Tawuran tersebut terjadi karena kesalahpahaman karena pihak tamu tak terima ditegur karena mengkonsumsi minuman beralkohol," kata Gidion.

Gidion menyebut pihaknya telah mengecek ke lokasi bentrokan. Gidion mengimbau warga berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol atau minuman keras, yang diketahui sebagai pemicu bentrokan itu.

"Stop mengkonsumsi minuman keras di tempat umum terlebih di lokasi keramaian," tambahnya.

Lihat juga video 'Keris hingga Parang Diamankan dari Massa Anarkis di Lampung Tengah':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT