SBY: Rakyat Papua Sudah Lama Ingin Melihat Perubahan
Kamis, 27 Jul 2006 14:30 WIB
Wamena - Besarnya anggaran kini tidak lagi jadi masalah utama di Papua. Yang utama saat ini pelaksanaan program pembangunan yang nyata dan tepat sasaran sebagai realisasi otonomi khusus."Rakyat sudah lama ingin melihat perubahan. Saat telah tiba sekarang ini membuktikan kepada rakyat bahwa otonomi khusus, anggaran otsus, dapat mengubah keadaan mereka dari waktu ke waktu," kata Presiden SBY di Lapangan Kurima, Jaya Wijaya, Papua, Kamis (27/7/2006).Hal itu dia sampaikan dalam sambutannya saat memimpin apel tim penanganan kerawanan pangan di Kurima. Pernyataan presiden ditujukan kepada jajaran pemerintah daerah yang hadir di tempat tersebut.Presiden mengungkapkan, dana otonomi khusus yang ditransfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah Papua dan Irjabar saat ini melonjak hampir dua kali lipat yakni dari Rp 6,8 triliun pada 2005 menjadi Rp 11,8 triliun pada 2006.Bila dihitung dengan memasukkan dana dekonsentrasi, alokasi khusus dan instansi vertikal, maka jumlahnya melonjak dari Rp 9,8 triliun menjadi Rp 16,81 triliun. Penambahan dana itu tidak lepas dari komitmen pemerintah terhadap pelaksaan otonomi khusus."Ini menjadi Papua sebagai daerah yang menerima dana perimbangan dan anggaran pembangunan yang lebih besar dibanding daerah lain di tanah air," ujar Presiden.Terkait dengan besarnya dana yang ditransfer itu, Presiden SBY mewanti-wanti Pemprov Papua agar menggunakan dana secara bertanggung jawab dan transparan serta menjalankan pemerintahan yang baik, bersih dan akuntabel.Lebih lanjut, dia berpesan kepada Gubernur Papua memprioritaskan pembangunan di daerah-daerah yang masih terpencil. Fokus pembangunannya adalah membangun jalur transportasi untuk membuka isolasi, membangun sarana infrastruktur dasar, kesehatan, pendidikan, dan pembangkit energi. Misalnya di Yahukimo dibangun pembangkit listrik tenaga surya oleh tim interdepartemen."Tidak boleh lagi ada daerah di Papua yang tidak bisa berkomunikasi dengan daerah lainnya," tandas SBY.
(san/)











































