KPK Tahan Kontraktor Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

ADVERTISEMENT

KPK Tahan Kontraktor Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

M Hanafi - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:49 WIB
KPK menahan kontraktor bernama Viktor Sitorus tersangka kasus korupsi pembangunan jalan di Bengkalis.
Foto: Hanafi/detikcom
Jakarta -

KPK menahan kontraktor bernama Viktor Sitorus, tersangka kasus korupsi pembangunan jalan di Bengkalis yang menjerat eks Bupati Amril Mukminin. Viktor ditahan di Rutan KPK.

Pantauan detikcom pada Senin (5/12/2022) di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, pukul 17.00 WIB, Viktor Sitorus terlihat turun dari ruang pemeriksaan di lantai dua. Dia telah mengenakan rompi tersangka KPK berwarna oranye.

Dia digiring petugas KPK dengan tangan diborgol. Viktor diarahkan menuju ruang konferensi pers.

Deputi bidang Penindakan KPK Karyoto mengatakan KPK bakal menahan Viktor untuk 20 hari pertama hingga 24 Desember 2022 guna proses penyidikan. Dia bakal mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Kaveling C1, Gedung ACLC, Jakarta Selatan.

"Dalam rangka kebutuhan proses penyidikan tim penyidik menahan Tersangka VS untuk 20 hari pertama terhitung 5 Desember 2022 di Rutan KPK pada Kaveling C1 ACLC," kata Deputi bidang Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Adapun Viktor Sitorus sejatinya telah diumumkan status tersangkanya oleh KPK sejak tahun 2020. Saat itu KPK mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan suap proyek pembangunan di Bengkalis, Riau.

"Kami sudah menemukan tersangka, khusus untuk empat paket terakhir ada 10 tersangka yang hari ini kami lanjutkan proses penyidikan," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/1).

Kesepuluh tersangka tersebut adalah:

- M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis (sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka)
- Handoko selaku kontraktor
- Melia Boentaran selaku kontraktor
- Tirtha Ardhi Kazmi selaku pejabat pembuat komitmen
- I Ketut Surbawa selaku kontraktor
- Petrus Edy Susanto selaku kontraktor
- Didiet Hadianto selaku kontraktor
- Firjan Taufa selaku kontraktor
- Viktor Sitorus selaku kontraktor
- Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor

Firli mengatakan kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat proyek dari total paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Riau. Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

"Berdasarkan hasil penghitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang-lebih sebesar total Rp 475 miliar," ucapnya.

Para tersangka dikenai Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka, yakni Bupati Bengkalis Amril Mukminin, M Nasir, Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan, dan Hobby Siregar.

M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis. Sedangkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar.

Proyek jalan itu terdiri atas enam paket pekerjaan pada 2012 dengan total anggaran Rp 537,33 miliar. Amril diduga sempat menerima Rp 2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT