Bareskrim Terbitkan Red Notice 2 Buron Tersangka Net89

ADVERTISEMENT

Bareskrim Terbitkan Red Notice 2 Buron Tersangka Net89

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:24 WIB
Bareskrim Polri
Bareskrim Polri (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri masih memburu dua tersangka kasus robot trading PT SMI atau investasi bodong Net89, inisial AA dan LSH. Polri pun sudah menerbitkan red notice terhadap dua tersangka tersebut.

"Yang lain ada di Indonesia, untuk 2 tersangka yang masih buron atas nama AA dan LS. Sudah (diterbitkan red notice)," kata Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara saat dikonfirmasi, Senin (5/12/2022).

Candra mengatakan lima tersangka lainnya juga telah dilakukan pencekalan ke luar negeri. Selain itu, Bareskrim masih melacak aset dari kasus ini.

"Kita masih memaksimalkan asset tracing para tersangka dan 8 tersangka sudah kita cekal semua," katanya.

Selanjutnya, dia mengatakan lima tersangka itu tidak dikenai wajib lapor. Lantaran kelimanya masih kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

"Tidak kita kenakan wajib lapor tapi untuk para tersangka masih memenuhi pemanggilan kita saat dibutuhkan untuk pemeriksaan," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu menerangkan Bareskrim telah menetapkan para petinggi PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI) sebagai tersangka kasus investasi bodong Net89. Polisi menyebutkan kerugian 300 ribu member robot trading Net89 mencapai Rp 2 triliun.

Whisnu kemudian memaparkan identitas serta para tersangka dalam kasus ini, yaitu:
1. Pemilik Net89 berinisial AA
2. Direktur PT SMI berinisial LSH
3. Founder dan exchanger Net89 berinisial ESI
4. Lima orang Sub exchanger berinisial RS, AAL, HS, FI dan DA.

Satu tersangka kasus robot trading Net89 berinisial HS meninggal dunia. HS meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Solo-Semarang.

HS dinyatakan meninggal pada Minggu (30/10), sekitar pukul 01.00 WIB. Surat kematian HS telah dikeluarkan RSUD Pandan Arang Boyolali.

(azh/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT