Gunung Raung Keluarkan Asap Putih, PVMBG Tegaskan Tak Terkait Erupsi Semeru

ADVERTISEMENT

Gunung Raung Keluarkan Asap Putih, PVMBG Tegaskan Tak Terkait Erupsi Semeru

Antaranews - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:13 WIB
Gunung Raung keluarkan asap putih
Gunung Raung keluarkan asap putih. (Foto: Dok. PPGA Raung)
Jakarta -

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakan asap putih setinggi 100 meter yang dikeluarkan oleh Gunung Raung tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur. PVMBG mengatakan bahwa kedua gunung itu memang mengalami fase erupsi pada waktu yang bersamaan.

Koordinator Gunung Api PVMBG Oktory Prambada menjelaskan bahwa gunung api memiliki dapur magma sendiri dan sifatnya sendiri. Dia mengatakan erupsi gunung api juga bukan seperti COVID-19 yang mudah menular begitu saja ke gunung api lainnya.

"Tidak ada hubungannya (aktivitas vulkanik Gunung Raung) dengan Semeru erupsi," kata Oktory seperti dilansir Antara, Senin (5/12/2022).

Oktory mengatakan semua gunung api bisa erupsi kapan saja. Dia menjelaskan bahwa ketika Gunung Semeru erupsi dan diikuti oleh peningkatan aktivitas vulkanik gunung api lain, fenomena itu bukan suatu kesinambungan cerita yang berkaitan.

"Hanya kebetulan saja mereka dalam fase erupsi atau fase krisis dalam satu waktu," kata Oktory Prambada.

Sementara itu, berdasarkan pantauan PVMBG, Gunung Raung telah mengalami peningkatan aktivitas saat naik status dari Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada terhitung sejak 29 Juli 2022.

Gunung Raung merupakan gunung api besar dan unik yang berbeda dari ciri gunung api pada umumnya di Pulau Jawa.

Dalam catatan PVMBG, keunikan dari puncak Gunung Raung adalah kalderanya yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter. Gunung ini selalu berasap dan sering menyemburkan api.

Gunung Raung termasuk gunung api tua dengan kaldera di puncaknya dan dikelilingi banyak puncak kecil. Jadi, gunung ini menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan dan indah.

Sejarah aktivitas vulkanik Gunung Raung yang pertama kali diketahui terjadi pada 1586. Saat itu letusan dahsyat melanda beberapa daerah dan terdapat korban manusia.

Karakter letusan Gunung Raung bersifat eksplosif seperti yang terjadi pada 1586, 1597, 1638, 1890, 1953, dan 1956, menghasilkan abu yang dilontarkan ke udara dan pernah terjadi awan panas yang meluncur menyelimuti sebagian tubuh gunung apinya pada 1953.

Sedangkan bahaya utama letusan atau bahaya primer Gunung Raung berupa luncuran awan panas dan lontaran piroklastik.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT