Begini Langkah Satgas Pangan Polri Bantu Tekan Inflasi Jelang Nataru 2023

ADVERTISEMENT

Begini Langkah Satgas Pangan Polri Bantu Tekan Inflasi Jelang Nataru 2023

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 05 Des 2022 10:20 WIB
Dirtipiddeksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan
Foto: Brigjen Wisnu Hermawan (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan pihaknya telah merespons arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas perhatian yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mencegah adanya inflasi. Satgas Pangan Polri telah melakukan beberapa upaya dalam mencegah hal ini menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

"Berdasarkan arahan Bapak Kapolri, Satgas Pangan Polri agar memperhatikan wanti-wanti Bapak Presiden untuk menekan inflasi khususnya kenaikan harga pangan," kata Whisnu kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Whisnu mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa hal dalam mengendalikan harga pangan. Dari mulai mengikuti rapat koordinasi bersama Kemendagri hingga memastikan ketersediaan pasokan pangan aman dan terkendali. Berikut upaya yang dilakukan Polri untuk tekan inflasi:

- Mengikuti rakor TPIP (Tim Pengendali Inflasi Pusat) yang dilakukan secara rutin oleh Kemendagri dalam upaya pengendalian inflasi daerah

- Memastikan ketersediaan pasokan aman dan jalur distribusi tidak terhambat, sehingga harga pangan akan terkendali

- Mendorong peningkatan KAD (Kerjasama Antar Daerah) guna memastikan adanya efektifitas dan efisiensi dalam distribusi pangan dari daerah sentra produksi ke daerah pemasarn bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa penyebab adanya kenaikan harga sembako jelang tahun baru, yakni meningkatnya permintaan. Dia menyebut kenaikan harga ini memang bersifat sementara.

"Sebagaimana hukum ekonomi, meningkatnya permintaan akan berdampak naiknya harga barang, sehingga kenaikan tersebut hanya bersifat sementara," katanya. Yang terpenting pasokan pangan aman sehingga HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) dan Tahun Barun 2023 dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Lalu, Satgas Pangan Polri juga melakukan beberapa langkah dalam memastikan ketersediaan pangan dan harga terkendali. Berikut langkahnya:

- Melakukan monitoring di lapangan, guna memastikan pasokan pangan pada Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

- Mendorong K/L terkait untuk menyiapkan jalur alternatif distribusi pangan bilamana ada hambatan

- Menghimbau para pelaku usaha untuk tidak berspekulasi, melakukan penimbunan atau menahan stok, sengaja mengurangi diatribusi dan menaikan harga

- Melakukan penindakan terhadap upaya-upaya spekulan yang menyebabkan terganggunya pasokan, distribusi dan stabilitas harga

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan penanganan inflasi harus sama dengan mekanisme pandemi COVID-19. Tito mengatakan hal itu sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Tito dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi dan percepatan realisasi belanja daerah di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (5/12). Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo serta kepala daerah provinsi dan kota/kabupaten se-Indonesia.

"Bapak Presiden ingin agar penanganan inflasi ini ditangani dengan mekanisme seperti pandemi, yakni dibahas evaluasi sehingga kita semua tetap aware, tetap peduli," kata Tito dalam sambutannya.

Menurutnya, dengan penanganan yang sama dengan pandemi COVID-19, semua pihak akan menjadi fokus terhadap inflasi. Dia menyebut kenaikan inflasi akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

"(Kita) Jadi fokus, jadi skala prioritas, ini menyangkut masalah hidup rakyat, kenaikan harga barang jasa akan sangat langsung berdampak kepada rakyat," ujarnya.

Simak juga 'Jelang Nataru, Mendag Zulhas Janjikan Stok Pangan Aman':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT