4 Fakta Semeru Erupsi: Warga Dievakuasi dan Potret Awan Panas Ngeri

ADVERTISEMENT

4 Fakta Semeru Erupsi: Warga Dievakuasi dan Potret Awan Panas Ngeri

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Des 2022 06:32 WIB
Gunung Semeru
Ilustrasi erupsi Gunung Semeru (Foto: Dok. BNPB)
Jakarta -

Gunung Semeru kembali erupsi dan mengeluarkan awan panas. Ribuan warga kini mengungsi di sejumlah titik.

Semeru erupsi terjadi sekitar Minggu (4/12) pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di atas puncak gunung sekitar 5.176 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik.

Berikut fakta-fakta Semeru erupsi:

1. Status Gunung Semeru Naik Jadi Level 4

PVMBG Badan Geologi ESDM menaikkan status Gunung Semeru dari siaga menjadi awas. Kenaikan dari level 3 siaga ke level 4 itu terhitung mulai siang ini.

Dilansir detikJateng, kenaikan status dimulai pukul 12.00 WIB. Kepala PVMBG Badan Geologi Hendra Gunawan mengimbau agar tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Semeru.

"Tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak, dan sektoral arah Tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak. Surat resmi peningkatan status segera disampaikan," ujar Hendra Gunawan dalam keterangan tertulis.

2. Awan Panas Sampai ke Jembatan Gladak Perak

Awan panas guguran (APG) Semeru sudah menyentuh Jembatan Gladak Perak di Sumber Wuluh, Candipuro. Jembatan Gladak Perak ini bahkan sempat putus akibat terjangan erupsi Gunung Semeru.

Terjangan ini sempat terjadi pada 4 Desember 2021. Hori, salah satu warga sekaligus tokoh masyarakat di Desa Sumber Wuluh yang dekat dengan lokasi Jembatan Gladak Perak, menyatakan APG sudah mencapai Gladak Perak pada pukul 12.00 WIB.

"Jam 12 siang sampai Gladak Perak. Kalau situasi terkini, saya nggak berani lihat ke sana lagi. Saya sudah naik ini, menghindari APG," katanya seperti dilansir detikJatim, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, hingga pukul 13.14 WIB, situasi di dusun terdekat dengan Gladak Perak sudah kosong dari penduduk. Sudah ada imbauan evakuasi dari Pemkab dan BPBD Lumajang agar warga segera mengungsi.

"Sudah kosong. Saya sendiri juga sudah keluar rumah, takut dengan awan panas itu," ujar Hori.

Jembatan Gantung Gladak Perak di Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang sempat putus setelah diterjang erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Jembatan sepanjang 120 meter itu penghubung Kabupaten Lumajang dan Malang.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan Video 'Suasana Mencekam Akibat Semburan Abu Vulkanik Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT