Temui Pimpinan Parlemen Qatar, Puan Dorong Peningkatan Investasi di RI

ADVERTISEMENT

Temui Pimpinan Parlemen Qatar, Puan Dorong Peningkatan Investasi di RI

Atta Kharisma - detikNews
Minggu, 04 Des 2022 21:58 WIB
Puan Maharani
Foto: Puan Maharani
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Syuro Qatar Hassan bin Abdullah Al-Ghanim. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu, salah satunya dorongan peningkatan investasi Qatar di Indonesia.

Pertemuan bilateral antara Puan dengan Hassan digelar di Gedung Shura Council Qatar yang berada di Doha, Minggu (4/12). Dalam bilateral meeting ini, Puan didampingi Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel.

Selain itu, hadir pula perwakilan parlemen Mesir, Oman, Panama, Irak, dan Kamerun. Dalam kegiatan tersebut, Puan mengucapkan selamat untuk Qatar atas penyelenggaraan Pesta Bola 2022.

"Saya harapkan piala dunia di Doha ini berjalan sukses dan lancar hingga masuk babak final. Tentunya pertandingan ini telah menjadikan Qatar menjadi pusat perhatian dunia pada akhir tahun 2022," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/12/2022).

"Setelah setahun ini dunia dilanda meningkatnya ketegangan geopolitik, dan berbagai krisis, maka piala dunia ini membawa angin segar bagi kondisi global yang penuh tantangan," sambungnya.

Puan menyebut olahraga dan sepakbola berpotensi untuk membawa pesan persaudaraan, kesetaraan, dan solidaritas. Ia pun menyinggung soal undangan Indonesia kepada Presiden FIFA saat G20 Summit untuk berbicara dan menyampaikan pesan solidaritas tersebut bagi para pemimpin dunia.

"Nilai-nilai persaudaraan dan solidaritas inilah yang diharapkan guna meningkatkan kerja sama internasional di saat dunia mengatasi berbagai krisis global yang kompleks dan bersifat multi-dimensi," imbuhnya.

Puan menambahkan seperti halnya dalam sepakbola, para pemimpin negara juga diharapkan meningkatkan semangat kerja. Hal ini demi mencapai tujuan sebagai satu tim.

"Satu keluarga di desa global (global village), menuju masa depan yang lebih baik," ucapnya.

Puan juga mengapresiasi hubungan diplomatik Indonesia dan Qatar yang sudah terjalin selama 46 tahun sejak tahun 1976. Ia menegaskan Qatar merupakan negara yang sangat penting sekaligus sahabat bagi Indonesia.

"Saya sangat bahagia dengan hubungan bilateral yang baik antara kedua negara yang ditunjukkan dengan undangan bagi Indonesia sebagai 'Partner Country pada Tahun Budaya 2023' dan ikut berpartisipasi dalam acara 'Horticultural Expo, Doha 2023'," tuturnya.

Ia berharap partisipasi tersebut akan terus meningkatkan dan membawa hubungan kedua negara ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sebagai Ketua DPR RI, Puan memastikan selalu memberikan dukungan agar hubungan Indonesia-Qatar semakin kuat.

"Kita perlu kembangkan hubungan antar masyarakat (people-to-people ties). Hubungan kuat antar masyarakat akan menjadi pondasi kokohnya hubungan kedua negara," ungkapnya.

Terkait dengan hubungan ekonomi, Puan menuturkan Qatar adalah mitra strategis Indonesia dalam sektor perdagangan, meski neraca perdagangan Indonesia masih defisit. Dalam periode Januari-Juli 2022, sambungnya, nilai perdagangan Indonesia-Qatar mencapai USD 758 juta atau naik hampir 30% dari tahun sebelumnya.

"Saya berharap kita bisa terus mendorong peningkatan arus perdagangan kedua negara. Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan dukungan untuk peningkatan investasi Qatar di Indonesia," ungkapnya.

Puan mengatakan peluang peningkatan investasi Qatar di Indonesia dapat dilakukan dengan keterlibatan Qatar Investment Authority (QIA) pada berbagai proyek investasi di Indonesia.

Dukungan Perlindungan WNI di Qatar

Di sisi lain, Puan menyoroti soal perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Qatar. Hal tersebut menjadi salah satu isu prioritas mengingat menurut jumlah WNI di Qatar ada 16.690 orang per Oktober 2020.

Adapun pekerja profesional asal Indonesia yang bekerja di Qatar umumnya berkecimpung di sektor migas, tenaga medis, perhotelan, pilot dan pramugari.

"Saya mengharapkan perhatian dan dukungan Dewan Syuro agar para pekerja migran Indonesia di Qatar dapat bekerja dengan baik dan terlindungi haknya," harap Puan.

Selain dengan Hassan, Puan juga menyambangi Wakil Ketua Majelis Syuro Qatar Hamda bint Hassan Al-Sulaiti. Dalam pertemuan itu, keduanya berbicara soal isu kesetaraan gender.

Kepada Hamda, Puan menyampaikan pentingnya inisiatif untuk penguatan pemberdayaan perempuan dalam memberikan kontribusi bagi perdamaian, khususnya di Afghanistan. Inisiatif terkait hal ini telah disetujui oleh Menteri Luar Negeri kedua negara.

"Sebagai sesama pimpinan parlemen perempuan tentunya akan sangat berguna bagi kita dapat bertemu dan berbagi pengalaman bagaimana mempromosikan peran perempuan di dunia politik dan memajukan kesetaraan gender," papar Puan.

"Kita dapat bekerjasama dalam pengembangan partisipasi perempuan dalam dunia politik dan kesetaraan gender," lanjutnya.

Puan mengungkapkan DPR RI saat ini memiliki hampir 22% anggota perempuan. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 2 kali lipat dari tahun 1999 di mana anggota parlemen perempuan di Indonesia hanya 9%.

"DPR RI telah memiliki Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia. Kita dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana mengatasi hambatan dalam pengembangan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang," terangnya.

Demi memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Qatar, Puan menilai dibutuhkan dukungan yang kuat dari parlemen kedua negara. Menurutnya, hubungan DPR RI dengan Majelis Syuro Qatar sendiri selama ini telah terjalin dengan baik.

"Kita ingin membangun hubungan bilateral yang kuat berdasar hubungan saling pengertian, saling menghargai, dan saling menguntungkan," ucapnya.

Puan menjelaskan DPR RI pada periode 2019-2024 telah membentuk Grup Kerjasama bilateral dengan 102 negara, termasuk dengan Majelis Syuro Qatar. Selain secara bilateral, kerja sama kedua parlemen juga terjalin dengan baik dalam berbagai organisasi internasional seperti Inter-Parliamentary Union (IPU) maupun Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC).

"Ini tentu menjadi modalitas bagi hubungan antar parlemen yang lebih kuat," sebutnya.

Tak hanya itu, Puan mengatakan hubungan antar parlemen kedua negara juga terjalin baik dalam penanganan anti korupsi. DPR RI dan Dewan Syuro Qatar terlibat aktif pada Global Organization of Parliamentarians against Corruption (GOPAC), yang merupakan platform untuk kerja sama antar parlemen dalam mengatasi korupsi dan memajukan good governance.

DPR RI sendiri menjadi Sekretariat GOPAC di Jakarta mulai dari tahun 2016 hingga 2020. Saat ini, GOPAC berada di bawah keketuaan Dewan Syuro Qatar.

"Saya mendorong kerjasama kedua parlemen dalam upaya pemberantasan anti-korupsi, melalui bantuan teknik atau capacity building terkait fungsi-fungsi parlemen," katanya.

"Parlemen kedua negara dapat berkontribusi menciptakan dunia dan kawasan yang stabil, damai, dan sejahtera," tandas Puan.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT