Geger Pasutri di Tarakan Kaltara Bunuh Remaja hingga Mayat Tinggal Kerangka

ADVERTISEMENT

Geger Pasutri di Tarakan Kaltara Bunuh Remaja hingga Mayat Tinggal Kerangka

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Des 2022 08:00 WIB
Tim gabungan melakukan evauasi terhadap jenazah korban pembunuhan di Tarakan, Kalimantan Utara.
Kasus pembunuhan remaja di Tarakan, Kaltara (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pasangan suami istri (pasutri) berinisial EG (23) dan AF (22) bersama rekannya MN (45) tega membunuh remaja bernama Arya Gading Ramadhan (19) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Kasus pembunuhan Arya baru terbongkar setelah dua tahun berlalu.

Dilansir detikSulsel, Minggu (4/12/2022), para pelaku menyusun siasat untuk menutupi kematian Arya. Mulai dari membungkus jasad korban dengan terpal, membersihkan bekas darah dan bersepakat tidak mengambil barang-barang milik korban.

Pelaku awalnya hanya berniat untuk menculik dan meminta tebusan uang sebesar Rp 200 juta kepada orang tua korban. Namun saat diculik, korban sempat memberontak hingga pelaku EG seketika naik pitam dan menusuk salah satu paha korban.

Pelaku MN kemudian menghasut EG untuk sekalian membunuh korban. Hal itu lantaran MN khawatir korban akan melapor kepada polisi jika dibiarkan hidup dan dilepaskan setelah penculikan.

Berikut siasat para pelaku menyembunyikan pembunuhan Arya selama hampir dua tahun:

1. Membungkus Jasad Dengan Terpal

Setelah memastikan korban telah tak bernyawa, para pelaku kemudian membungkus jasad korban dengan terpal. Siasat itu bertujuan agar korban tidak meninggalkan jejak darah saat diseret para pelaku menuju tempat korban dikuburkan.

"Setelah korban dipastikan meninggal EG membungkus korban menggunakan terpal," ujar Kapolres Tarakan AKB Taufik dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (3/12).

"(Para pelaku) menyeret (jasad korban) ke daerah perkebunan nanas yang berada di seberang TKP awal penyekapan," lanjutnya.

2. Dikubur Dekat Kandang Ayam Milik Ayah Korban

Siasat berikutnya, para pelaku mengubur jasad korban di dekat kandang ayam milik ayah korban. Para pelaku menggali tanah dengan kedalaman 50 sentimeter kemudian memasukkan jasad korban yang sudah terbungkus terpal ke dalamnya.

"EG lalu menyiapkan lubang yang terdapat diseberang pondok (kandang ayam) milik orang tua korban. Yakni area perkebunan nanas dan menguburkan korban ke dalam lubang yang seperti parit dengan kedalaman 50 cm," ujar Taufik.

Simak selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: KSAL Yudo Calon Panglima hingga Kejutan Jepang-Korsel

[Gambas:Video 20detik]



(fas/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT