Saddam: Saya Pilih Ditembak Mati

Saddam: Saya Pilih Ditembak Mati

- detikNews
Kamis, 27 Jul 2006 10:06 WIB
Baghdad - Mantan presiden Irak Saddam Hussein lebih memilih ditembak mati daripada digantung jika terbukti bersalah atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Mantan diktator Irak itu menyampaikan pernyataan tersebut kepada majelis hakim yang mengadili kasusnya.Menurut Saddam yang selama belasan hari melakukan mogok makan, dirinya telah dipaksa menghadiri persidangan. Mogok makan tersebut dilakukan Saddam sejak 7 Juli lalu sebagai protes atas pengadilan yang dianggapnya tidak adil."Saya menulis petisi yang menyatakan saya tidak ingin datang ke pengadilan. Namun mereka membawa paksa saya," cetus Saddam kepada Hakim Raouf Abdel Rahman seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Kamis (27/7/2006).Saddam mengatakan, jika terbukti bersalah, dia lebih memilih untuk menghadapi skuad penembak daripada harus digantung mati."Saya sarankan Anda sebagai warga Irak, jika Anda berada di posisi untuk menjatuhkan hukuman mati, maka Anda harus ingat bahwa Saddam adalah orang militer dan dalam kasus ini, vonisnya harus hukuman mati dengan ditembak, bukan digantung," tegas pria berusia 69 tahun itu kepada hakim.Saddam dan tujuh terdakwa lainnya dikenai dakwaan pembunuhan 148 warga Syiah di Dujail. Proses persidangan Saddam telah diwarnai dengan pembunuhan tiga anggota tim pembelanya serta pengunduran diri hakim ketua sebelumnya. Hakim tersebut mundur sebagai protes atas intervensi pemerintah Irak dalam persidangan kasus Saddam. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads