5 Fakta Mayor Paspampres Pemerkosa Prajurit Wanita Berujung Tersangka

ADVERTISEMENT

5 Fakta Mayor Paspampres Pemerkosa Prajurit Wanita Berujung Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 08:37 WIB
Poster
Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berpangkat mayor ditetapkan menjadi tersangka kasus pemerkosaan perwira muda wanita dari kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Mayor Paspampres itu kini telah ditahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, korban yang berasal dari kesatuan Kostrad awalnya mengikuti seleksi petugas pengamanan untuk kegiatan KTT G20 Bali. Mayor Paspampres dan korban diduga sudah kenal sejak proses pelatihan petugas pengamanan KTT G20.

Kasus dugaan pemerkosaan itu terjadi di salah satu hotel di Bali pada 15 November 2022 malam. Mulanya mayor Paspampres datang ke lokasi korban diduga dengan dalih izin koordinasi.

Korban saat itu disebut sedang tidak enak badan. Mayor Paspampres memperkosanya hingga kemudian korban bangun pada pagi harinya dalam keadaan tidak berbusana. Peristiwa pemerkosaan itu pun membuat korban sangat trauma.

Berikut sejumlah fakta mengenai kasus pemerkosaan tersebut:

1. Panglima TNI Minta Pelaku Dipecat

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan hukuman tegas bagi mayor Paspampres yang memperkosa prajurit wanita Kostrad. Andika meminta agar anggota Paspampres itu dipecat.

"Satu, itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja. Maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," kata Andika di Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis (1/12).

"Sudah, sudah proses hukum, langsung," kata Andika.

2. Kasus Ditarik ke Mabes TNI

Andika Perkasa memastikan kasus tersebut juga sudah ditangani Mabes TNI. Dia menyebut pelaku merupakan Paspampres yang merupakan satuan di bawah Mabes TNI.

"Kalau nggak salah sidiknya di Makassar karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres, itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI," ujarnya.

3. Danpaspampres Serahkan ke Proses Hukum

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Marsekal Muda (Marsda) Wahyu Hidayat Sudjatmiko buka suara terkait kasus dugaan pemerkosaan anggotanya terhadap perwira muda Kostrad. Wahyu menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan pemerkosaan itu ke proses hukum yang berlaku.

"Nanti biar hukum yang memutuskan," ujar Wahyu.

Wahyu menjelaskan pelaku pemerkosaan itu kini telah ditahan. Penahanan dilakukan dalam rangka menunggu proses hukum.

"Sudah ditahan sambil menunggu proses hukum," kata Wahyu.

Baca berita selengkapnya di halaman berikutnya

Simak Video 'Kata Laksamana Yudo Soal Oknum Paspampres Perkosa Perwira Kostrad':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT