Yahukimo Jadi Contoh Penanganan Daerah Tertinggal
Kamis, 27 Jul 2006 06:54 WIB
Wamena - Pemerintah akan menjadikan Yahukimo sebagai proyek percontohan untuk penanganan daerah tertinggal dan rawan pangan di tanah air. Sebab hanya dengan modal sebesar Rp 65 miliar hasil yang diperoleh jauh melampaui target yang ditetapkan semula."Sekarang kita sedang ancang-ancang untuk melaksanakan proyek serupa di NTT," ujar Menteri Pertanian Anton Apriantono, di Bandara Wamena, Papua, Kamis (27/7/2006).Selain berhasil membuka kebun ubi jalar varitas unggul seluas 200 hektar, dalam waktu 6 bulan juga berhasil dikerjakan berbagai fasilitas infrastruktur dasar seperti pembangunan sekolah, puskesmas, bahkan pembangkit listrik tenaga surya dan sarana irigasi mikro.Di bidang kesehatan, wabah diare dan malaria yang selama ini menjadi momok bagi warga juga berhasil ditekan secara drastis. Sayangnya, sektor pendidikan belum menunjukkan hasilnya.Untuk menjamin keberlangsungan proyek di Yahukimo, pemerintah pusat tetap akan melakukan kontrol. Petugas penyuluh pertanian dan kesehatan serta pendidikan yang menjadi motor perubahan di sana tetap dipertahankan keberadaannya minimal sampai 2 tahun mendatang, meskipun tim interdep penanganan rawan pangan di Yahukimo berakhir masa tugasnya bulan Agustus ini."Setelah itu, penanganan proyek kita serahkan ke pemerintah daerah, karena kan tidak mungkin pemerintah pusat terus menerus yang melakukannya," tutup Anton.
(fjr/)











































