Densus 88 Selidiki Penyelundupan Senjata ke Papua
Kamis, 27 Jul 2006 00:49 WIB
Jakarta - Datasemen Khusus (Densus) 88 akan turun tangan menyelidiki pengiriman senjata ke Papua oleh eks anggota TNI AD. Datasemen ini akan menyelidiki kemungkinan keterlibatan teroris dalam kasus ini."Akan kita limpahkan ke sana besok," kata Kapolres KP3 AKBP Lucky Hermawan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/7/2006)Lucky membenarkan, Samuel Malo, pengirim senjata ini, pernah menjadi anggota TNI AD. Hal ini terbukti dari pengecekan terhadap kartu tanda anggota yang ditemukan polisi. Dalam Kartu tanda anggota itu diketahui Samuel pernah bertugas di Kodam VIII Trikora Papua.Namun Lucky membantah kalau Samuel telah ditangkap. Diungkapkannya, Samuel telah berangkat terlebih dahulu ke Jayapura melalui Jalur udara pada Minggu (23/7/2006)."Jadi dia tidak berangkat bersama dengan senpi yang ditahan," katanya.Penemuan senjata ini, tambah Lucky, adalah berdasarkan informasi yang diterimanya dua minggu sebelum penemuan senjata itu. Informasi menyatakan akan ada pengiriman senjata dan bahan peledak ke Jayapura melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Dari informasi itulah polisi melakukan pemeriksaan setiap keberangkatan kapal termasuk dengan menggunakan sinar X.Lalu, Lanjut Lucky, pada Senin 24 Juli, anggota Polres KP3 Tanjung Priok mendeteksi adanya senpi dalam salah satu muatan kapal motor Sinabung. Kapal ini masih bersandar di pelabuhan penumpang PELNI Tanjung Priok, hendak berlayar menuju Jayapura. "Ada tiga senpi berikut magazinnya, dengan 31 butir amunisi," tambahnya lagi.Dua pucuk senpi berjenis Carl Walther Waffen kaliber 22 buatan Jerman. Satu senpi lain berjenis Browning Hi-Power kaliber 45 buatan Belgia.Adapun Amunisi yang disita, 28 butir dari kaliber 22, serta 3 butir kaliber 45.Saksi DiperiksaDari kasus ini ada sembilan saksi yang telah dimintai keterangan secara intensif. Mereka tidak ditahan tetapi harus dikenakan wajib lapor. Mereka berinisial OD, AG, AM. PL, HS, AR, HP, JB, dan BS dan LS. LS adalah Ibu kos Samuel di Jl Jambu, Utan Kayu, Jakarta Timur.Luki memaparkan, OD adalah sopir taksi yang diminta AG mengantar kemasan barang ke Pelabuhan Tanjung Priok dari Utan Kayu. Paket yang disamarkan dalam makanan kering, pakaian dan onderdil kendaraan itu akan diterima oleh PL, lalu PL akan meneruskan paket ini kepada AM yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Sinabung yang akan berangkat ke Papua.AG, ungkap Lucky, mengaku mendapat perintah langsung dari Samuel bahwa di Jayapura nanti akan ada orang yang hendak mengambil paket tersebut. "Dia diminta meletakkan paket itu di kamar 3305," ungkapnya lagi.Dalam Penggeledahan yang dilakukan di kos Samuel, menemukan barang-barang yang tak kalah mengejutkan. Antara lain, bendera Organisasi Papua Merdeka berlogo Bintang Kejora berukuran besar, puluhan keping compact disk (CD) daerah konflik, dan beraneka ragam buku intelijen dan persenjataan.
(fjr/)











































