Respons Novel Baswedan Saat Tersangka KPK Ikut Hari Antikorupsi Bareng Firli

ADVERTISEMENT

Respons Novel Baswedan Saat Tersangka KPK Ikut Hari Antikorupsi Bareng Firli

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 15:56 WIB
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan
Foto: Tangkapan Layar
Jakarta -

Tersangka KPK, Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron, hadir dalam acara pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 yang dihadiri Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Adanya Abdul Latif bareng Firli dalam acara itu mendapat respons dari mantan penyidik KPK, Novel Baswedan.

Novel mengatakan peringatan Hakordia seharusnya dilakukan untuk membuat orang semakin sadar dan mendukung pemberantasan korupsi. Menurutnya, jika hanya kegiatan seremonial saja, kegiatan Hakordia itu tiada artinya.

"Peringatan Hari Anti Korupsi mestinya dilakukan agar orang-orang semakin sadar dan mendukung upaya pemberantasan korupsi," cuit Novel dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (2/11/2022).

"Bila hanya seremoni saja, tiada arti, dan justru menjadi pemakluman-pemakluman yang semakin melemahkan pemberantasan korupsi karena terlalu permisif," tambahnya.

Seperti diketahui, Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron hadir di acara pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Latif merupakan tersangka KPK dalam kasus suap jual beli jabatan akhir Oktober lalu.

Dilansir detikJatim, Jumat (2/12/2022) Latif tampak memakai baju batik berkopiah hitam duduk di deretan kursi ketiga dari depan bersama bupati Jawa Timur lainnya. Momen itu menjadi ironi karena di deretan kursi terdepan setelah panggung, sedang duduk Ketua KPK Firli Bahuri.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu mengikuti seluruh rangkaian acara. Terutama sambutan pembuka acara Hakordia oleh Firli Bahuri tentang empat upaya pencegahan korupsi. Salah satunya soal penanaman nilai-nilai integritas kepada penyelenggara negara, lembaga, dan para pemimpin.

Latif juga sempat berfoto bersama para hadirin. Seusai acara Hakordia yang mengangkat tema 'Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi' tersebut, Latif langsung pergi meninggalkan lokasi dan enggan diwawancarai.

Mengenai kehadiran Bupati Bangkalan serta belum diamankannya yang bersangkutan meski sudah ditetapkan tersangka, Firli menyampaikan pernyataan yang cukup normatif. Bahwa ada saatnya KPK akan menyampaikan ke publik tentang temuan kasus korupsi di Bangkalan.

"Terkait dengan beberapa perkara yang ditangani oleh KPK, pada saatnya nanti KPK akan menyampaikan siapa saja tersangka karena tersangka ini adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti yang cukup yang patut diduga pelaku tindak pidana," kata Firli.

(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT