15 Pelajar Tawuran di Lenteng Agung Jaksel Dihukum Sujud di Kaki Ortu

ADVERTISEMENT

15 Pelajar Tawuran di Lenteng Agung Jaksel Dihukum Sujud di Kaki Ortu

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 15:09 WIB
15 pelajar tawuran di Lenteng Agung, Jaksel, dihukum sujud di kaki orang tua.
15 pelajar tawuran di Lenteng Agung, Jaksel, dihukum bersujud di kaki orang tua. (Foto: Dok. Polisi)
Jakarta -

Polisi memberi edukasi kepada 15 siswa yang diduga terlibat aksi tawuran di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Para siswa itu dihukum bersujud di kaki orang tua.

"Hari ini saya bertemu dengan para orang tua dari adik-adik kita yang sempat terlibat tawuran di Lenteng Agung. 15 orang yang kami datakan. Mereka bersimpuh di hadapan orang tuanya," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Multazam kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

Multazam mengatakan 15 siswa itu meminta maaf kepada orang tua masing-masing. Dalam kesempatan itu, Multazam juga mengimbau para orang tua lebih mengawasi anak-anaknya.

"Untuk minta maaf pada orang tua dan mengingatkan orang tua untuk menjaga buah hatinya agar lebih positif lagi dalam bergaul, karena di luar sekolah anak-anak adalah tanggung jawab orang tua dan keluarga," ujarnya.

Lebih lanjut, Multazam mengatakan pertemuan sujud 15 siswa kepada orang tuanya itu berjalan lancar. Dia juga mengingatkan tawuran merupakan aksi tak terpuji yang merugikan berbagai pihak.

"Alhamdulillah kita dipertemukan dan dikumpulkan di sini, kami ingatkan kembali bahwa tawuran ini perbuatan sia-sia dan negatif dan bisa merugikan semua pihak termasuk masyarakat, sekolah dan para orang tua," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pelajar diduga tengah tawuran di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), viral di media sosial. Para pelajar itu tampak masih mengenakan seragam sekolah.

Diduga Cuma Buat Konten

Tawuran itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB pada Rabu (30/11) kemarin. Dia mengatakan tawuran terjadi antarpelajar SMP, diduga hanya untuk konten.

"Sudah kami identifikasi sekolah yang terlibat, 1 SMP Negeri di Kelurahan Lenteng Agung dan 1 sekolah SMP di Kelurahan Jagakarsa," kata Multazam.

"Masih dugaan tawuran ya," imbuhnya.

Multazam menduga tawuran itu dilakukan hanya untuk membuat konten. Dia menyebut polisi masih mendalami motif tersebut.

"Tidak ada sajam yang ditemukan, dugaan motif hanya untuk konten, masih terus kita dalami," ujarnya.

Lebih lanjut, Multazam menerangkan pihaknya juga berkoordinasi dengan kepala sekolah di wilayah tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi tawuran.

"Kami sudah koordinasikan di grup para kepala sekolah tentang pencegahan tawuran dan hari ini saya bertemu para Kepsek yang diduga melibatkan anak didiknya," lanjutnya.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT