Banjir Rendam Permukiman di Tangerang Selatan, 62 Warga Mengungsi

ADVERTISEMENT

Banjir Rendam Permukiman di Tangerang Selatan, 62 Warga Mengungsi

Idham Khalid - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 12:38 WIB
special bulkhead to block water during the flood
Foto: Ilustrasi banjir. (iStock)
Jakarta -

Banjir melanda Kota Tangerang Selatan, Banten sejak kemarin. Akibatnya, 62 warga mengungsi karena rumah mereka terendam.

Berdasarkan keterangan tertulis Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (2/12/2022), banjir terjadi lantaran hujan deras yang mengguyur Tangerang Selatan sejak kemarin Kamis (1/12) sore.

Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga pukul 07.00 WIB pagi ini, ada lima kelurahan yang terendam banjir. Lima kelurahan yang terendam banjir yakni:

- Kelurahan Jombang yang berada di wilayah Kecamatan Ciputat

- Kelurahan Jurangmangu Barat di Kecamatan Pondok Aren

- Kelurahan Pondok Betung di Kecamatan Pondok Aren

- Kelurahan Pondok Kacang Timur di Kecamatan Pondok Aren.

- Kelurahan Pamulang Barat di Kecamatan Pamulang.

Abdul Muhari menjelaskan pihaknya mencatat ada 1.580 kepala keluarga yang menghuni wilayah tersebut dan rumahnya kebanjiran. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 hingga 90 sentimeter.

Abdul Muhari kemudian menerangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan telah terjun ke lokasi banjir bersama tim gabungan untuk melalukan asesmen. Tim di lapangan juga mengevakuasi korban terdampak.

Abdul Muhari menuturkan BNPB juga memantau laporan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hari ini diperkirakan cuaca untuk wilayah Banten akan ada potensi hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak bagian Timur dan Kabupaten Tangerang bagian Selatan.

Lalu esok hari, Sabtu (3/12), Abdul Muhari mengatakan cuaca diprediksi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lebak bagian Timur, Kabupaten Pandeglang bagian Utara, Kabupaten Tangerang bagian Selatan, dan Kota Tangerang Selatan.

Merespon hal tersebut, Abdul Muhari menyampaikan BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, bila sewaktu-waktu terjadi bencana yang akan diakibatkan cuaca ekstrem. Khususnya bagi masyarakat dan pemerintah yang wilayahnya rawan bencana banjir,

"Seperti masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai," ucap Abdul Muhari.

Dia selanjutnya mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng dan dataran rendah, keluar dari rumah jika terjadi hujan lebih dari satu jam, dengan intensitas curah hujan yang membatasi jarak pandang.

"Jarak pandang 50 meter tidak terlihat, segera keluar rumah, tinggalkan tempat dan cari lokasi aman dan lebih tinggi," pungkas dia.

Lihat juga video 'Penampakan Kerusakan Rumah-rumah di Pati Akibat Banjir Bandang':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT