PDFI Jatim Tak Temukan Residu Gas Air Mata di Jasad Korban Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

PDFI Jatim Tak Temukan Residu Gas Air Mata di Jasad Korban Kanjuruhan

Denza Perdana - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 11:45 WIB
Foto udara kondisi Stadion Kanjuruhan usai kerusuhan di stadion tersebut, Malang, Minggu (2/10/2022). Berdasarkan data dari Rumah Sakit Saiful Anwar hingga pukul 13:00 WIB sedikitnya 129 korban dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut. ANTARA FOTO/Naufal Ammar/zk/foc.
Foto: Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Naufal Amma)
Surabaya -

Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jawa Timur menyatakan penyebab kematian 2 korban Tragedi Kanjuruhan yang telah diautopsi adalah kekerasan benda tumpul. Hasil autopsi terhadap 2 jenazah korban tidak ditemukan adanya residu gas air mata.

Dilansir detikJatim, Jumat (2/11/2022), dua jenazah Aremanita yang telah diautopsi pada Sabtu (5/11) itu adalah Natasya Debi Ramadhani (16) dan Nayla Debi Anggraeni (13). Nabil merinci sejumlah temuan dalam autopsi itu.

"Kekerasan benda tumpul. Tulang iga yang patah, dua, tiga, empat, lima. Dan ada pendarahan cukup banyak. Sehingga itu menjadi sebab kematiannya. Kemudian adiknya, Naila juga sama. Tapi ada di tulang dada patahnya, sebagian juga di tulang iga sebelah kanan," kata Ketua PDFI Jawa Timur dr Nabil Bahasuan SpFM menyampaikan itu dalam konferensi pers di Universitas Airlangga Surabaya pada Rabu (30/11/2022).

Ia mengatakan bahwa dalam forensik tidak ada penjelasan lebih detail mengenai apa yang menyebabkan kekerasan benda tumpul terhadap tubuh jenazah. Menurutnya, yang bisa menjelaskan hal itu adalah penyidik kasus.

"Di kedokteran forensik kita tidak bisa mengatakan itu karena apa. Tapi karena kekerasan benda tumpul. Untuk pastinya, tentu di penyidikan yang tahu," ungkapnya.

Nabil juga menegaskan tentang tidak ditemukannya residu gas air mata di paru-paru kedua korban tersebut setelah dilakukan toksikologi atau uji laboratorium.

"Dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban, kami sudah mengumpulkan kepada badan riset dan inovasi nasional, tidak terdeteksi adanya gas air mata tersebut," ujar Nabil.

Tanggapan keluarga korban bisa disimak di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT