MUI DKI Jakarta Kuatkan Fatwa Goyang Pargoy Haram

ADVERTISEMENT

MUI DKI Jakarta Kuatkan Fatwa Goyang Pargoy Haram

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 20:43 WIB
Ilustrasi gedung MUI
Foto: MUI
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menguatkan fatwa yang dikeluarkan MUI Jember untuk mengharamkan goyang pargoy. MUI DKI Jakarta menilai goyangan dapat memicu berahi seseorang.

"Kalau urusan goyang apa namanya goyang pargoy, yang namanya goyang kalau wanita yang melakukan sudah jelas haramnya, artinya sudah jelas yang membuat seseorang mengeluarkan berahi karena tontonannya sudah jelas haramnya. Cuma, MUI Jawa Timur memang menguatkan kembali agar umat masyarakat ini menyadari bahwa ini hal yang tidak baik," kata Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Muchtar, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2022).

Munahar mengatakan MUI Jakarta setuju dengan MUI Jatim. Dia mengimbau masyarakat dapat memilah yang haram dan halal.

"Kita pasti menguatkan ini sudah jelas hal yang sudah diharamkan. Saya minta ini untuk sesuatu yang sudah jelas haramnya, ya sudah itu yang nggak boleh," ujarnya.

"Kita berharap tentunya hal semacam ini dari Kominfo, DKI, atau melalui majelis-majelis ulama, kita imbau agar supaya berikan pembinaan pengertian pada umat, pada masyarakat, ini yang baik, ini yang nggak baik, ini halal dan ini haram," sambungnya.

Sebelumnya, MUI Jember mengeluarkan fatwa mengharamkan joget pargoy. Aturan itu tertuang dalam Tausiah Komisi Fatwa MUI Kabupaten Jember Nomor 02/MUI-Jbr/XI/2022 tentang Joget 'Pargoy' di Kabupaten Jember.

MUI Jember mengatakan fenomena joget pargoy beberapa hari ini viral dan marak ditemukan dalam kegiatan Kabupaten Jember.

Fenomena joget pargoy tersebut ditemukan dalam acara Parade Sound System dan acara lain di Kabupaten Jember yang berpotensi menjadi ruang muda-mudi joget pargoy. Komisi Fatwa MUI Kabupaten Jember menganggap perlu memberikan tausiah kepada umat Islam Kabupaten Jember.

MUI Jember menyebutkan joget pargoy merupakan jenis joget atau goyang tertentu yang dilakukan sekelompok remaja, awalnya ramai di aplikasi Tiktok, tapi kini sering ditemui di acara umum dan terbuka dengan dibarengi musik dari sound system.

"Umumnya, pargoy dilakukan remaja wanita, berpakaian seksi, membuka aurat, joget erotis, dan menimbulkan syahwat lawan jenis," tulis MUI Jember.

Lihat juga Video: Tanggapan MUI soal Aksi Buka Baju Widi Vierratale saat Manggung di Palu

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT