Mendagri Tito Karnavian Terima DIPA 2023 dari Presiden Jokowi

ADVERTISEMENT

Mendagri Tito Karnavian Terima DIPA 2023 dari Presiden Jokowi

De - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 20:24 WIB
Kemendagri
Foto: dok.Kemendagri
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun Anggaran (TA) 2023 dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Kemendagri merupakan satu dari 14 kementerian/lembaga yang menerima DIPA TA 2023 secara langsung dari presiden.

"Diberikannya DIPA secara langsung tersebut berdasarkan sejumlah kriteria tertentu yang dipenuhi oleh kementerian/lembaga. Hal itu di antaranya kementerian/lembaga yang memperoleh opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam tiga tahun terakhir, yakni 2019 hingga 2021," kata Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (1/12/2022).

Tito mengatakan berdasarkan hasil penilaian BPK, Kemendagri telah memperoleh 8 kali predikat opini WTP. Pihaknya juga telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai kementerian berkinerja sangat baik dalam pengelolaan anggaran tahun anggaran 2021 kategori pagu sedang. Penghargaan itu diraih 4 kali berturut-turut sejak 2018.

"Kriteria lainnya, kementerian/lembaga tersebut juga merepresentasikan bidang prioritas nasional pada tahun 2023. Selain itu, kementerian/lembaga yang menerima secara simbolis adalah yang memiliki nilai kinerja penganggaran yang tinggi," katanya

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan belanja negara yang telah disepakati dalam APBN 2023 sebesar Rp Rp 3.061,2 triliun dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.246,5 triliun serta TKDD sebesar Rp 814,7 triliun. Sementara itu, target pendapatan negara dalam APBN Tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 2.463,0 triliun.

"APBN Tahun 2023 dirancang untuk tetap menjaga optimisme dan sekaligus menjaga pemulihan ekonomi. Namun pada saat yang sama meningkatkan kewaspadaan di dalam merespons gejolak global yang akan terus berlangsung pada tahun depan," tutup Sri Mulyani.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT