Polisi Tangkap 4 Orang Lagi

Penyelundupan Senjata ke Papua

Polisi Tangkap 4 Orang Lagi

- detikNews
Rabu, 26 Jul 2006 16:32 WIB
Jakarta - Polisi terus menyelidiki kasus percobaan penyelundupan senjata oleh anggota TNI ke Papua. Empat orang yang diduga terkait kasus ini juga ditangkap."Mereka berasal dari unsur sipil," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Anton Bahrul Alam kepada wartawan di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jakarta, Rabu (26/7/2006).Sayangnya Anton tidak bisa menjelaskan secara detil, di mana dan kapan keempat orang ini ditangkap. Termasuk juga nama dan bagaimana hubungan mereka dengan anggota TNI yang bernama Samuel Malo, tersangka yang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Itu belum diketahui, tapi yang jelas 4 orang ini terkait dengan tersangka S yang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok kemarin," tutur Anton.Anton juga mengatakan polisi masih terus mendalami kasus ini. Termasuk juga mencari tokoh utama di balik kegiatan penyelundupan ini. Sampai sekarang, polisi telah memeriksa 6 saksi.Samuel Malo ditangkap polisi Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Priok Senin 24 Juli. Dari tangan Samuel, polisi menemukan 3 pucuk pistol dan 31 butir peluru.Polisi juga menemukan 1 Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI AD atas nama Samuel Malo dengan pangkat Prajurit Dua dengan NRP 31950250221213 dari Kesatuan Kodam VIII Trikora dengan jabatan TA BAG Sokidemlat dengan tanggal KTA 1 Desember 1998.Polisi pun melakukan pengembangan dengan menggeledah kos yang ditempati pelaku di Jalan Jambu No. 2 Kelurahan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. Dari tempat kos milik Ibu Lia Sibuea itu, polisi menemukan 1 sarung senjata api bahu, 1 bendera Bintang Kejora, 1 majalah GUNS, 1 majalah Machine Guns, 1 koran intelijen, 2 lembar brosur senjata.Selain itu ditemukan pula 1 bilah pedang merek Korowa, 1 majalah dengan judul 'Tetaplah Berjaga-jaga', 1 buku berjudul 'Menuju Papua Baru', 1 buku berjudul 'Kongres Papua 2000', 1 buku berjudul 'Gerakan Militer Islam', 1 buku 'Membongkar Jaringan Teroris Internasional.' 1 buku berjudul 'Dialog Nasional Papua-Indonesia', 1 buku berjudul 'Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka', 1 buku berjudul 'Peringatan 41 Tahun Tragedi Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Tanah Papua dan Kemerdekaan Papua Barat', serta 1 keping CD dengan cover FBI. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads