Koarmabar TNI AL Gulung 2 Kelompok Perompak
Rabu, 26 Jul 2006 16:06 WIB
Jakarta - Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI AL membekuk dua kelompok perompak yang biasa beroperasi di sepanjang Selat Malaka. Dua kelompok itu dipimpin Sulaiman alias Joni (43) dan Rudiansyah (24)."Pada Minggu 16 Juli lalu kami menerima laporan terjadi perompakan terhadap KM Wulandari di perairan Tamiang, Peureulak, Aceh" kata Panglima Armada Barat (Armabar) TNI AL Laksamana Muda TNI Moekhlas Sidik di Lantamal II TNI AL Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/7/2006).Perompak ini dalam menjalankan aksinya menggunakan senjata api laras panjang M16 dan senjata pelontar granat (GLM).Dijelaskan dia, saat itu nakhoda kapal yang bernama Zainal Abidin disandera. Kelompok Rudiansyah meminta tebusan sebesar Rp 400 juta. Tidak berapa lama mereka menurunkan uang tebusan menjadi Rp 200 juta.Selanjutnya pada Selasa 18 Juli mereka menurunkan kembali tebusan menjadi Rp 40 juta. Namun pemilik KM Wulandari menyatakan hanya sanggup membayar Rp 10 juta. Setelah negosiasi, akhirnya disepakati jumlah uang tebusan menjadi Rp 15 juta dan disetorkan ke rekening Bank Mandiri cabang Lhokseumawe dengan nomor 105.000.525.9266 atas nama Syafrizal Sofyan.Pihak TNI AL menurunkan tim untuk menyelidiki apa hubungan Syafrizal Sofyan dengan Rudiansyah. Ternyata Syafrizal adalah keponakan dari Rudiansyah. Uang sebesar Rp 15 juta itu diambil oleh Syafrizal melalui ATM. Pada saat mengambil uang itulah Syafrizal dibekuk. Berdasarkan keterangan Syafrizal, akhirnya Rudiansyah bisa ditangkap."Sampai saat ini kami masih memburu para anggota kelompok lain. Dari hasil penangkapan itu diketahui ternyata mereka adalah mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Tentra Nanggroe Aceh (TNA). Mereka meminta pajak dari kapal-kapal lokal dan kapal asing," jelasnya.Kapal lokal diminta pajak Rp 100 ribu setiap hari, sedangkan kapal asing bisa mencapai jutaan. Kalau tidak mau membayar biasanya kapal mereka dijahili di laut.Dalam kesempatan itu ditunjukkan pula barang bukti uang pecahaan Rp 50.000 senilai Rp 15 Juta, buku tabungan dan kartu ATM Bank Mandiri, telepon genggam dan beberapa nomor kartu prabayar.Panglima Armabar menduga kelompok ini memiliki jaringan yang sangat terorganisir dan rapi, di mana ada kaitannya dengan GAM. Dia juga menunjukkan kuitansi pembayaran pajak dengan logo Islamic of Langkat Sumatera atau lebih dikenal sebagai pajak Nangroe.Dalam pengembangan yang dilakukan tim gabungan TNI AL mengendus jaringan lain yang dipimpin oleh Sulaiman alias Joni. Akhirnya Joni pun dibekuk."Setahu saya nama kelompok ini baru. Saat ini ketiga perompak (Joni, Rudiansyah dan Syafrizal) ditahan di Lantamal II Tanjung Priok. Sementara 3 lainnya ditahan di Lantamal I Belawan Medan yakni Usman bin Thalib (41), Muhazir (30), M Arif (20)," terang Panglima Armabar.Dia juga menyebutkan selama Juli 2006 terjadi 3 kali perompakan, padahal sepanjang Januari-Mei 2006 sama sekali tidak ada kejadian perompakan.
(san/)











































