Pesisir Selatan Jatim Belum Dipasangi Alat Pendeteksi Tsunami

Pesisir Selatan Jatim Belum Dipasangi Alat Pendeteksi Tsunami

- detikNews
Rabu, 26 Jul 2006 16:01 WIB
Malang - Kawasan pesisir selatan Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan mengalami gempa yang kemungkinan berpotensi tsunami. Namun, hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jatim masih belum memasang alat pendeteksi tsunami (buoy) di seluruh pesisir selatan Jatim. "Alat untuk mendeteksi gelombang tsunami merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Namun, hingga, sekarang masih belum ada keterangan kapan alat tersebut akan dipasang," Kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim, Soekarwo, kepada wartawan seusai pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Rabu (26/7/2006). Meski belum dipasang alat pendeteksi tsunami, menurut Soekarwo, untuk mengantisipasi bencana gempa dan tsunami, Pemerintah Provinsi Jatim telah membuat jaringan komunikasi antar daerah. Jaringan komunikasi ini bisa berfungsi untuk mempercepat komunikasi antar daerah apabila terjadi bencana. "Jaringan komunikasi antar daerah yang akan dipakai meliputi telepon, pesan pendek dan kentongan," ujar dia. Untuk saat ini, jaringan komunikasi antar daerah diprioritaskan untuk delapan daerah rawan gempa dan tsunami, khususnya yang berada di pesisir Jatim. Kedelapan daerah tersebut antara lain, Trenggalek, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Pacitan dan Tulungagung. "Data daerah rawan ini berasal dari analisa yang disampaikan Badan Meteorologi dan Geofisika," tambah dia. Sementara itu, untuk mengatasi musibah bencana alam di Jawa Timur, Pemprov Jatim telah menganggarkan dana cadangan sebesar Rp 50 miliar. "DPRD Provinsi Jatim telah menyetujui alokasi dana untuk belanja bencana hingga tak terbatas melalui dana tak tersangka," jelas Soekarwo. (asy/)


Berita Terkait