Pemerintah Santuni TKI yang Tewas Akibat Bom Israel di Libanon
Rabu, 26 Jul 2006 15:15 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia akan memberikan santunan dan asuransi kepada TKI yang tewas di Libanon akibat serangan bom Israel. Pemerintah juga meminta para TKI yang masih berada di Libanon untuk melapor ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Libanon. Hal ini disampaikan Dirjen Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Depnakertrans I Gusti Made Arka kepada wartawan usai Rakor mengenai TKI di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (26/7/2006).TKI yang tewas di Libanon itu bernama Sitti Maemunah binti Muhtar asal Sukabumi. "Pemerintah akan memberikan hak sepenuhnya, misalnya pemberian santunan," kata Arka. Menurut Arka, Sitti Maemunah bekerja kepada pegawai pemerintah di Kuwait. Sitti menjadi korban, karena majikannya dipindahkan ke Libanon. Namun, informasi lain menyebutkan, Sitti di Libanon mendampingi majikannya yang sedang berlibur. Sementara itu, Menakertrans Erman Suparno menyatakan, hingga kini banyak TKI yang belum terdata di KBRI di Libanon. Hal ini tentu akan menghambat evakuasi para TKI yang kini ada di Libanon. "Realitasnya masih banyak TKI yang belum teridentifikasi ikut majikan yang mana," ujar Erman. Erman menambahkan saat ini jumlah TKI yang sudah terdata di KBRI mencapai 10.000 orang.
(asy/)











































