Polri soal Kasus Tambang Ilegal di Kaltim: Sudah Penyidikan

ADVERTISEMENT

Polri soal Kasus Tambang Ilegal di Kaltim: Sudah Penyidikan

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 10:28 WIB
gedung bareskrim polri
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menaikkan kasus dugaan tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) ke tahap penyidikan. Bareskrim juga mengungkap sudah ada pelaku yang ditangkap.

"Sudah penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Pipit sebelumnya menyampaikan telah mengantongi unsur pidana dalam kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Dia mengatakan pelaku utama sudah ditangkap.

"Yang jelas tindak pidananya sudah ada. Ya kan pelaku pertamanya kan sudah kita tangkap," ucap Pipit kepada wartawan, Selasa (29/11).

Pipit belum membeberkan identitas tersangka yang telah ditangkap. Pipit mengatakan penetapan tersangka masih berproses.

"Yang punya perusahaan belum bisa diambil keterangan," tuturnya.

Untuk diketahui dugaan tambang ilegal di Kaltim diungkap oleh Ismail Bolong, eks anggota Polres Samarinda. Pengakuan Ismail Bolong dalam video sempat viral.

Ismail Bolong sendiri sudah dua kali dipanggil Bareskrim untuk pemeriksaan. Namun ia mangkir pada dua panggilan tersebut dan mengutus keluarga untuk memenuhi panggilan polisi.

Pemeriksaan keluarga Ismail Bolong akan berlangsung siang nanti. Bareskrim telah menerima konfirmasi kehadiran dari istri dan anak Ismail Bolong.

"Hari ini terkonfirmasi akan hadir istri dan anak IB memenuhi panggilan di Bareskrim," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dimintai konfirmasi, Kamis (1/12/2022).

Pipit mengatakan keduanya dipastikan hadir memenuhi panggilan. Dijadwalkan mereka akan hadir sekira pukul 11.00 WIB.

"Sekitar pukul 11.00 WIB," kata Pipit.

(ain/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT