MUI Jember Haramkan Joget Pargoy, Anggota DPR: Upaya Cegah Pornografi

ADVERTISEMENT

MUI Jember Haramkan Joget Pargoy, Anggota DPR: Upaya Cegah Pornografi

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 23:02 WIB
Sekretaris Bidang Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim (Dok. istimewa)
Sekretaris Bidang Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim (Dok. istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi VIII Fraksi PKB, Luqman Hakim menyoroti fatwa MUI Jember yang mengharamkan joget 'pargoy'. Menurut Luqman, kehadiran fatwa sebagai upaya mencegah praktik pornografi.

"Saya melihat fatwa MUI Jember yang mengharamkan joget pargoy sebagai upaya mencegah praktek pornografi dan kemerosotan moral masyarakat," kata Luqman saat dimintai konfirmasi, Rabu (30/11/2022).

Ia menyebut fatwa tersebut tak perlu dipermasalahkan. Hal tersebut lantaran fatwa MUI bersifat imbauan.

"Sebagai hasil ijtihad, menurut saya fatwa MUI Jember itu tidak perlu dipermasalahkan. Kenapa? Fatwa MUI bukanlah hukum positif yang mengikat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Fatwa MUI sifatnya pandangan dan imbauan dengan tujuan agar masyarakat dijauhkan dari praktik pornografi dan seks bebas," kata dia.

Luqman mengatakan, jika fatwa dikeluarkan untuk mencegah praktik pornografi, kegiatan eksploitasi ke arah sana perlu dihindari.

"Sedangkan joget pargoy, sepanjang yang saya lihat di media sosial, tidak jauh berbeda dengan berbagai model joget yang selama ini sudah ada di masyarakat," tutur Luqman.

"Jadi, menurut saya bukan gerakan fisik jogetnya yang bermasalah, tetapi bila mereka berjoget, joget apa pun, dengan mengeksploitasi seksualitas, pornografi dan erotisme tentu harus dilarang," ungkapnya.

Sebelumnya, MUI Jember mengeluarkan fatwa mengharamkan joget pargoy. Aturan itu tertuang dalam Tausiah Komisi Fatwa MUI Kabupaten Jember Nomor 02/MUI-Jbr/XI/2022 tentang Joget 'Pargoy' di Kabupaten Jember.

MUI Jember mengatakan fenomena joget pargoy beberapa hari ini viral dan marak ditemukan dalam kegiatan Kabupaten Jember.

Fenomena joget pargoy tersebut ditemukan dalam acara Parade Sound System dan acara lain di Kabupaten Jember yang berpotensi menjadi ruang muda-mudi joget pargoy. Komisi Fatwa MUI Kabupaten Jember menganggap perlu memberikan tausiah kepada umat Islam Kabupaten Jember.

MUI Jember menyebutkan joget pargoy merupakan jenis joget atau goyang tertentu yang dilakukan sekelompok remaja, awalnya ramai di aplikasi Tiktok, namun kini sering ditemui di acara umum dan terbuka dengan dibarengi musik dari sound system.

"Umumnya, pargoy dilakukan remaja wanita, berpakaian seksi, membuka aurat, joget erotis, dan menimbulkan syahwat lawan jenis," tulis MUI Jember.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT