SBY Minta Polisi Usut Inisiator dan Penyebar Isu Gempa-Tsunami
Rabu, 26 Jul 2006 12:17 WIB
Makassar - Isu liar yang menyebutkan sejumlah wilayah di tanah air akan dilanda gempa besar dan tsunami, benar-benar meresahkan warga. Presiden SBY turun tangan memerintahkan aparat kepolisian untuk mengusut dan mencari inisiator dan penyebar isu tersebut."Kepada pihak kepolisian dengan kemampuan yang dimiliki polisi, agar ditentukan siapa inisiator atau yang menyebarkan berita-berita yang berdasar isu sehingga menimbulkan keresahan dan diberi tindakan sanksi hukum dengan menghukum yang sepadan," kata SBY dalam konferensi pers di Bandara Hasanuddin, Makassar, Rabu (26/7/2006).SBY bersama sejumlah menteri tengah transit di Makassar dan memberikan konferensi pers di Ruang Galaktika TNI AU pukul 11.30 WIB. Tampak mendampingi SBY, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.Dijelaskan SBY, dirinya menerima laporan bahwa ada pihak yang dengan motif yang tidak jelas menyebarkan berita yang tidak berdasar sehingga menimbulkan kepanikan, baik di Jakarta maupun di tempat lain. Termasuk di Jeneponto, Sulsel.Dalam berita yang disebarkan antara lain melalui SMS, dikatakan akan terjadi tsunami dengan skala besar dan berita-berita yang sangat meresahkan masyarakat. Bahkan akibat berita itu, masyarakat memilih untuk tidak bekerja, terutama yang bekerja di gedung-gedung yang tinggi."Ini merupakan yang sepatutnya tidak terjadi. Saya mengimbau seluruh rakyat, anggota masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan," ujar SBY.Ditambahkan SBY, masih ada keprihatinan karena ada satu tempat yang terkena gempa bumi. Hal ini jangan ditambah dengan berita-berita yang hanya menimbulkan keresahan dan kepanikan terhadap masyarakat secara sosial, ekonomi, dan politik. "Karena banyak sekali berita bohong dan tipuan seperti itu," tandasnya.
(jon/)











































