Utusan AS untuk LGBTQI+ Akan ke RI, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Tegas

ADVERTISEMENT

Utusan AS untuk LGBTQI+ Akan ke RI, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Tegas

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 18:09 WIB
Ashabul Kahfi
Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi buka suara soal Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan utusan khusus mereka akan melakukan perjalanan ke Vietnam hingga Indonesia untuk memajukan HAM LGBTQI+. Kahfi meminta pemerintah tegas jika benar utusan tersebut berkunjung ke Indonesia.

Kahfi mengingatkan kalau Indonesia memiliki ideologi Pancasila yang menjadikan agama sebagai dasar kehidupan bernegara. Sementara itu, kata dia, agama-agama di Indonesia cenderung menolak LGBT sehingga itulah yang harus direpresentasikan pemerintah.

"Pertama, tentu semua negara memiliki ideologi, sebagai pandangan hidup yang mewarnai berbagai kehidupan berbangsa. Dalam konteks Indonesia, kita punya Pancasila. Dalam sila pertama, ada pengakuan Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya agama merupakan salah satu sumber rujukan utama dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya, Rabu (30/11/2022).

"Kedua, agama-agama yang ada di Indonesia, meyakini bahwa kecenderungan seksual kaum LGBT bertentangan dengan nilai dasar agama, sebagaimana termaktub dalam kitab suci. Jadi, jika negara, yang direpresentasikan Pemerintah bersikap tegas menolak pengakuan terhadap LGBT, hal itu merupakan artikulasi pengamalan Pancasila," lanjut Kahfi.

Kahfi tidak sepakat dengan pandangan yang mengaitkan LGBT dengan HAM. Dia menilai memaksakan ajaran yang bertentangan dengan keyakinan mayoritas itu bagian dari pelanggaran HAM.

"Ketiga, selama ini yang sering dijadikan argumen pendukung LGBT adalah HAM. Menurut saya, HAM itu juga tidak bersifat universal. Dalam konteks Indonesia, justru memaksakan ajaran yang bertentangan dengan keyakinan mayoritas, itu juga bagian dari pelanggaran HAM," ucapnya.

Kembali ke rencana utusan AS yang ingin ke Indonesia, Kahfi mempersilakan hal itu. Namun, menurutnya, utusan AS juga harus menghargai sikap Indonesia terhadap LGBT.

"Keempat, jika benar ada utusan khusus LGBT dari negara tertentu yang ingin datang berdialog seputar isu itu, silakan saja. Dalam sejarahnya, Indonesia ini lahir dan berkembang dengan dialog budaya yang sangat panjang. Kita terbuka untuk berdiskusi dan dialog bisa dengan siapa saja. Tapi tentu utusan tersebut juga harus datang dengan cara pandang menghargai ideologi bangsa kita. Sebagai seorang muslim, saya berpandangan diskusi tersebut juga bisa menjadi ruang dakwah menyampaikan apa yang kita yakini," ujarnya.

Kahfi meminta pemerintah tegas dalam menyatakan sikap ke utusan AS tersebut serta menolak jika adanya permintaan mengarah ke dukungan terhadap LGBT.

"Ya pemerintah harus tegas," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan juga 'Parlemen Rusia Setujui UU Larangan Promosi LGBT':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT